Saham UNVR: Profil Unilever Indonesia, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
UNVR diperdagangkan Rp1.370 per 22 Oktober 2026, turun 33,2% dalam setahun. Ini profil bisnis, kinerja, dividen, dan risiko Unilever Indonesia.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
UNVR adalah kode saham PT Unilever Indonesia Tbk, anak usaha dari grup multinasional Unilever yang bergerak di bisnis barang konsumen sehari-hari. Portofolionya mencakup produk rumah tangga dan perawatan tubuh seperti sabun, pasta gigi, dan deterjen, sampai makanan dan minuman lewat puluhan merek yang sudah dikenal luas konsumen Indonesia. Perusahaan ini salah satu pemain consumer goods tertua di Bursa Efek Indonesia, tercatat sejak 1982.
Ringkasan saham UNVR
Per 22 Oktober 2026:
| Item | Keterangan |
|---|---|
| Kode | UNVR |
| Nama resmi | PT Unilever Indonesia Tbk |
| Sektor/subsektor | Barang konsumen rumah tangga, perawatan tubuh, makanan dan minuman (berdasarkan deskripsi bisnis di sumber, bukan klasifikasi resmi IDX) |
| Tahun IPO | 1982 (pencatatan 11 Januari 1982 di Bursa Efek Jakarta) |
| Harga terakhir | Rp1.370 per lembar |
| Harga 1 lot | Rp137.000 |
| Rentang 52 minggu | Rp1.295 - Rp2.840 |
| Kinerja 1 bulan / 3 bulan / 1 tahun | -15,4% / -19,6% / -33,2% |
| Indeks | belum ada di sumber yang kami cek |
Bisnis Unilever Indonesia
Unilever Indonesia menjalankan bisnis lewat dua kelompok besar: rumah tangga dan perawatan tubuh, serta makanan dan minuman termasuk es krim. Menurut Wikipedia, perseroan memasarkan sekitar 40 merek dan mengoperasikan sembilan pabrik yang terkonsentrasi di Cikarang dan Rungkut, Surabaya.
Merek yang disebut dalam pemberitaan termasuk Lifebuoy, Dove, Vaseline, Sunsilk, Pepsodent, Rinso, Molto, Royco, dan Bango. Produk-produk ini masuk ke jaringan ritel, pusat perbelanjaan, dan distributor di berbagai wilayah Indonesia. Karakter bisnisnya defensif karena konsumen tetap membeli sabun, pasta gigi, dan deterjen meski ekonomi melambat, sehingga saham consumer goods sering dilirik saat pasar bergejolak.
Pada semester I 2026, 18 dari 24 merek yang dipantau mencatat pertumbuhan penjualan, menurut laporan yang dikutip media.
Sejarah singkat dan IPO
Unilever Indonesia berdiri pada 5 Desember 1933 dengan nama NV Lever's Zeepfabrieken di Jakarta, mulanya memproduksi sabun Lux dan Sunlight. Margarin Blue Band menyusul dua tahun kemudian. Perusahaan sempat melewati masa sulit, termasuk pemulangan direksi asal Belanda pada 1957-1959 akibat sengketa Irian Barat dan nasionalisasi pabrik pada 1964 setelah diambil alih serikat buruh pro-PKI. Operasional kembali dikuasai perusahaan pada April 1967 setelah pergantian rezim.
Nama perusahaan berubah menjadi PT Unilever Indonesia pada 22 Juli 1980. Setahun kemudian, pada 1 September 1980, Unilever menggabungkan beberapa anak usahanya, termasuk pabrik margarin Van den Bergh's dan pabrik kosmetik Colibri Surabaya, ke dalam satu entitas. Restrukturisasi ini diikuti pelepasan 15% saham ke publik di Bursa Efek Jakarta pada 11 Januari 1982, yang menjadikan Unilever Indonesia perusahaan terbuka sejak saat itu.
Sepanjang dekade berikutnya, perusahaan memperluas portofolio lewat akuisisi merek lokal seperti SariWangi (1991), Kecap Bango (2001), Taro (2003), dan Buavita serta Gogo (2007), serta membangun pabrik baru di Cikarang menggantikan pabrik lama di Tubagus Angke.
Pemegang saham dan manajemen
Sumber yang kami cek menegaskan Unilever Indonesia adalah anak usaha dari grup multinasional Unilever dan disebut sebagai salah satu perusahaan penanaman modal asing terbesar di Indonesia. Rincian komposisi kepemilikan saham terkini serta nama-nama direksi atau komisaris tidak tersedia di sumber ini. Untuk data pemegang saham dan susunan manajemen terbaru, sebaiknya dicek langsung lewat keterbukaan informasi di idx.co.id atau laporan tahunan resmi perseroan.
Kinerja keuangan terbaru
Untuk semester I 2026 (per 30 Juni 2026), Unilever Indonesia membukukan penjualan bersih Rp16,90 triliun, tumbuh sekitar 7,05% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Volume dasar penjualan naik 7,3%, dengan penjualan domestik tumbuh 7,1%.
Laba bersih tercatat Rp2,97 triliun, naik 37,7% secara tahunan. Namun angka ini perlu dibaca lebih detail: laba dari operasi berkelanjutan hanya tumbuh 10,2% menjadi sekitar Rp2,1 triliun, sementara sisanya berasal dari keuntungan operasi yang dihentikan, termasuk gain penjualan sekitar Rp870,27 miliar yang sifatnya tidak rutin.
Dari sisi neraca per 30 Juni 2026, total aset tercatat sekitar Rp16,45 triliun, kas dan setara kas Rp1,74 triliun, dan total ekuitas Rp3,02 triliun. Sumber yang kami cek tidak memuat data laba rugi kuartal III atau proyeksi setahun penuh 2026, jadi untuk gambaran yang lebih lengkap sebaiknya pembaca mengecek laporan keuangan resmi di idx.co.id.
Dividen
Unilever Indonesia membagikan dividen Rp114 per saham pada akhir Juni 2026 untuk tahun buku 2025, dengan payout ratio 100% alias seluruh laba bersih dibagikan ke pemegang saham. Berdasarkan harga saham saat itu, dividend yield-nya berkisar 7,06%-7,10%, lebih tinggi dari rata-rata bunga deposito perbankan menurut analisis yang dikutip media.
Cum date dividen jatuh pada 12 Juni 2026. Setelah tanggal tersebut, harga saham sempat turun pada 15 dan 17 Juni, pola yang oleh sebagian investor disebut dividend trap, yaitu ketika penurunan harga pasca pembagian dividen menggerus sebagian keuntungan yang didapat dari yield-nya. Meski begitu, menurut laporan yang sama, koreksi tersebut tidak berlangsung lama karena pembeli kembali masuk setelahnya.
Pergerakan harga saham UNVR
Per 22 Oktober 2026, UNVR diperdagangkan di Rp1.370 per lembar. Posisi ini sudah mendekati titik terendah rentang 52 minggu di Rp1.295, dan jauh dari titik tertinggi Rp2.840, atau sekitar 52% di bawah puncaknya.
Dalam sebulan terakhir harga turun 15,4%, dalam tiga bulan turun 19,6%, dan dalam setahun anjlok 33,2%. Rata-rata volume transaksi harian dalam tiga bulan terakhir tercatat 17,34 juta lembar.
Sebagai pembanding, pada akhir September dan awal Oktober 2026 beberapa analis sempat mencatat level support di kisaran Rp1.610 sampai Rp1.655 ketika harga masih berada di sekitar Rp1.600-an. Harga Rp1.370 pada 22 Oktober 2026 berarti saham sudah bergerak jauh di bawah level-level acuan tersebut. Sumber yang kami cek tidak menjelaskan penyebab spesifik di balik pergerakan antara awal dan pertengahan Oktober 2026.
Berita dan katalis terbaru
Beberapa kabar yang relevan dari media:
- 2 Oktober 2026 (KabaSumbar): saham UNVR sempat diperdagangkan di sekitar Rp1.600 setelah laba bersih semester I 2026 naik 37,7%, dengan rincian seperti dijelaskan di bagian kinerja keuangan. Analis mencatat support di Rp1.610 dan resistance di Rp1.650 saat itu, dengan pola candlestick spinning top pada 1 Oktober serta indikator MACD yang masih berada di wilayah negatif tapi mulai melandai. Investor asing tercatat net buy beruntun sejak 25 September hingga 1 Oktober 2026, dengan broker besar disebut mengakumulasi saham pada harga rata-rata sekitar Rp1.620 pada 1 Oktober.
- 29 September 2026 (Kompas.com): Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut UNVR sebagai salah satu saham yang masuk perhatian investor ritel saat itu, dengan level support disebut di Rp1.610 dan Rp1.505.
- 25 Juni 2026 (KabaSumbar, opini Supardi dari MNC Sekuritas Cabang Padang): pembahasan dividen Rp114 per saham dengan yield sekitar 7%, serta catatan bahwa UNVR naik 1,81% pada satu sesi ketika IHSG anjlok 3,56% ke level 5.883, menunjukkan karakter saham yang relatif defensif pada periode tersebut. Investor asing tercatat net buy sejak 10 Juni 2026, dengan jeda pada 12, 17, dan 23 Juni.
Ketiga laporan ini menunjukkan sentimen yang relatif positif dari sisi analis dan aksi asing sepanjang pertengahan tahun hingga awal Oktober 2026, namun harga pada 22 Oktober 2026 sudah berada jauh di bawah level-level yang dibahas dalam laporan tersebut.
Apa artinya buat investor
Beberapa hal konkret yang bisa dipantau dari data ini, tanpa menyimpulkan arah harga ke depan:
- Level Rp1.295 adalah titik terendah 52 minggu. Jika harga tembus ke bawah angka ini, berarti UNVR mencetak rekor terendah baru dalam setahun terakhir.
- Rata-rata volume harian 17,34 juta lembar dalam tiga bulan terakhir bisa jadi acuan likuiditas normal. Volume yang jauh melampaui angka ini biasanya menandakan ada sentimen besar sedang bekerja, entah dari aksi asing atau rilis berita korporasi.
- Laporan keuangan kuartal III 2026 belum tersedia di sumber yang kami cek. Untuk melihat apakah tren laba dari operasi berkelanjutan, yang tumbuh 10,2% pada semester I, berlanjut, publikasi berikutnya sebaiknya dipantau langsung di idx.co.id.
- Payout ratio 100% pada dividen terakhir berarti kebijakan dividen ke depan sangat bergantung pada laba tahun berjalan. Investor yang mengejar yield sebaiknya memantau laba bersih kuartalan, bukan cuma harga sahamnya.
- Pergerakan net buy atau net sell asing bisa dicek lewat data perdagangan harian di BEI atau aplikasi sekuritas, sebagai salah satu indikator sentimen institusi terhadap saham ini.
- Posisi harga saat ini, sekitar 52% di bawah titik tertinggi 52 minggu, membuat valuasi relatif terhadap laba perlu dicek ulang lewat rasio seperti PER dan PBV yang tidak tersedia di sumber ini.
Pesaing di BEI
Beberapa emiten consumer goods yang sering dibandingkan dengan UNVR:
- ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur): lebih besar di segmen makanan kemasan, mi instan, dan produk dairy.
- MYOR (Mayora Indah): dikenal lewat biskuit, kopi instan, dan makanan ringan, dengan eksposur ekspor yang cukup besar.
- KINO (Kino Indonesia): pemain personal care dan household lokal dengan skala lebih kecil dibanding UNVR.
Ketiganya sama-sama bergantung pada daya beli konsumen domestik, tapi punya komposisi produk dan basis merek yang berbeda dari Unilever Indonesia.
Risiko
- Tren harga yang masih menurun tajam dalam setahun terakhir, dengan level saat ini dekat titik terendah 52 minggu, menandakan sentimen pasar yang belum sepenuhnya pulih.
- Payout ratio 100% pada dividen terakhir berarti nyaris tidak ada laba ditahan untuk ekspansi; jika laba operasional tertekan, besaran dividen berikutnya bisa ikut terpengaruh.
- Sebagian kenaikan laba bersih semester I 2026 berasal dari item non-rutin, yaitu keuntungan dari operasi yang dihentikan. Laba dari operasi inti yang berkelanjutan tumbuh jauh lebih moderat.
- Pola dividend trap pernah terjadi pasca cum date Juni 2026, mengingatkan bahwa yield tinggi tidak otomatis berarti keuntungan bersih bagi investor jika harga saham ikut terkoreksi.
- Sebagai bagian dari grup multinasional, strategi bisnis Unilever Indonesia juga dipengaruhi keputusan korporasi global, termasuk riwayat divestasi beberapa anak usaha patungan di masa lalu seperti PT Technopia Lever dan PT Kimberly-Lever Indonesia.
- Sektor consumer goods secara umum sensitif terhadap daya beli masyarakat dan persaingan harga, termasuk dari produk lokal dan private label ritel modern.
- Data pemegang saham dan susunan manajemen terkini tidak tersedia di sumber yang kami cek, sehingga transparansi informasi terbaru perlu dikonfirmasi langsung lewat laporan resmi di idx.co.id.
Cara beli saham UNVR
Satu lot saham UNVR berisi 100 lembar. Dengan harga Rp1.370 per lembar per 22 Oktober 2026, nilai satu lot sekitar Rp137.000, belum termasuk biaya transaksi dari sekuritas.
Untuk membeli saham ini, investor perlu membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdaftar sebagai anggota bursa di BEI. Setelah rekening aktif dan dana disetor, pembelian bisa dilakukan lewat aplikasi trading saham milik sekuritas tersebut.
FAQ
Apakah UNVR rutin membagikan dividen?
Berdasarkan sumber yang kami cek, UNVR membagikan dividen Rp114 per saham pada akhir Juni 2026 untuk tahun buku 2025 dengan payout ratio 100%. Riwayat dividen tahun-tahun sebelumnya tidak tersedia di sumber ini, jadi sebaiknya dicek langsung di laporan tahunan resmi di idx.co.id.
Berapa harga 1 lot UNVR?
Per 22 Oktober 2026, harga UNVR Rp1.370 per lembar, sehingga 1 lot atau 100 lembar senilai Rp137.000.
Apakah UNVR masuk indeks LQ45?
Belum ada di sumber yang kami cek. Informasi keanggotaan indeks sebaiknya dikonfirmasi lewat situs resmi BEI.
Apa bedanya UNVR dengan ICBP?
UNVR fokus pada produk rumah tangga dan perawatan tubuh ditambah sebagian nutrisi lewat puluhan merek seperti Lifebuoy, Pepsodent, dan Rinso. ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur) lebih besar di segmen makanan kemasan dan mi instan.
Kenapa harga saham UNVR turun cukup dalam dalam setahun terakhir?
Sumber yang kami cek tidak menjelaskan penyebab spesifik di balik penurunan 33,2% dalam setahun. Yang tercatat hanya posisinya kini dekat titik terendah rentang 52 minggu, yaitu Rp1.295.
Benarkah laba bersih UNVR naik 37,7% pada semester I 2026?
Benar menurut laporan yang dikutip media, tapi kenaikan itu termasuk keuntungan dari operasi yang dihentikan sekitar Rp870,27 miliar. Laba dari operasi berkelanjutan sendiri tumbuh lebih moderat, sekitar 10,2% secara tahunan.
Artikel ini adalah informasi untuk membantu riset, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham UNVR.
Sumber
- Yahoo Finance
- Wikipedia · Unilever Indonesia
- kabasumbar.net · Saham UNVR Menguat? Laba Naik 37,7%, Ini Level Pentingnya
- money.kompas.com · Rekomendasi Saham BBRI, KIJA, dan UNVR untuk Perdagangan Selasa Ini, Intip Target Harganya
- kabasumbar.net · Saham UNVR: Dividen 7% dan Aksi Asing Buka Peluang Rebound
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.