Saham UNTR: Profil United Tractors, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
UNTR, anak usaha Astra, baru bagikan dividen interim Rp430 per saham dan siapkan buyback Rp2 triliun di tengah IHSG yang sempat jeblok.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
PT United Tractors Tbk atau UNTR adalah anak usaha PT Astra International Tbk yang bergerak di enam lini bisnis: distribusi alat berat, kontraktor pertambangan, pertambangan batu bara, pertambangan emas, industri konstruksi, dan energi. Saham ini sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 1989 dan dikenal sebagai salah satu emiten alat berat terbesar di dalam negeri.
Ringkasan saham UNTR
Per 24 Oktober 2026:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Kode | UNTR |
| Nama resmi | PT United Tractors Tbk |
| Sektor/subsektor | Alat berat, kontraktor pertambangan, pertambangan batu bara dan emas, industri konstruksi, energi (berdasarkan uraian lini bisnis di Wikipedia; klasifikasi sektor resmi IDX belum ada di sumber yang kami cek) |
| Tahun IPO | 1989 (19 September 1989, di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya) |
| Harga terakhir | Rp25.300 per lembar |
| Harga 1 lot | Rp2.530.000 |
| Rentang 52 minggu | Rp20.125 - Rp32.825 |
| Kinerja 1 bulan / 3 bulan / 1 tahun | +4,8% / -0,8% / -7,3% |
| Indeks | Tercatat di indeks Kompas100; status LQ45/IDX30 belum ada di sumber yang kami cek |
Bisnis United Tractors
UNTR mengoperasikan enam lini bisnis. Mesin Konstruksi adalah bisnis asal perusahaan, yaitu distribusi alat berat merek Komatsu, Tadano, Bomag, UD Trucks, dan Scania, didukung 20 kantor cabang, 32 site support, 6 kantor perwakilan, dan 54 support point di seluruh Indonesia.
Lini Kontraktor Penambangan dijalankan lewat anak usaha PT Pamapersada Nusantara yang berdiri sejak 1989. Lini Pertambangan Batu Bara dikelola melalui PT Tuah Turangga Agung dan sejumlah anak usahanya yang memegang konsesi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Lini Pertambangan Emas baru terbentuk pada 2019, dijalankan oleh PT Agincourt Resources yang diakuisisi 95% sahamnya pada 2018 lewat PT Danusa Tambang Nusantara. Perusahaan ini mengelola tambang emas di Sumatera Utara.
Lini Industri Konstruksi dibentuk tahun 2015 lewat akuisisi 50,1% saham PT Acset Indonusa Tbk, yang kepemilikannya kemudian naik jadi 82,17% pada 2021 lewat beberapa aksi korporasi. Lini terakhir, Energi, dibentuk 2017 lewat PT Bhumi Jati Power yang berperan sebagai Independent Power Producer dan mengoperasikan PLTU 2x1.000 MW di Jepara, Jawa Tengah. UNTR juga mulai merambah energi baru terbarukan lewat investasi di PT Arkora Hydro Tbk, serta eksplorasi nikel lewat anak usahanya.
Sejarah singkat dan IPO
Perusahaan berdiri tahun 1972 dengan nama PT Inter-Astra Motor Works, lalu berganti nama jadi PT United Tractors pada 13 Oktober 1972. Setahun kemudian, UNTR jadi distributor tunggal Komatsu dan Tadano di Indonesia, disusul Bomag pada 1974 dan UD Trucks pada 1984.
UNTR resmi melantai di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada 19 September 1989, bersamaan dengan tahun berdirinya Pamapersada Nusantara untuk masuk ke bisnis jasa kontraktor tambang. Sejak itu, perusahaan terus memperluas portofolio lewat akuisisi bertahap, dari tambang batu bara di Kalimantan sampai tambang emas di Sumatera Utara pada 2018.
Pemegang saham dan manajemen
UNTR berstatus anak usaha PT Astra International Tbk, meski persentase kepemilikan Astra di UNTR tidak tercantum dalam sumber yang kami cek. Dari sisi manajemen, sumber yang ada hanya menyebut nama Ari Setiyawan selaku Corporate Secretary perusahaan, yang mewakili UNTR dalam keterbukaan informasi soal dividen interim. Untuk susunan lengkap direksi, komisaris, dan rincian pemegang saham mayoritas serta publik, pembaca disarankan mengecek laporan tahunan dan keterbukaan informasi resmi di idx.co.id.
Kinerja keuangan terbaru
Berdasarkan data keuangan per 30 Juni 2026 yang jadi dasar pembagian dividen interim, laba bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk pada semester I 2026 tercatat Rp956,28 miliar. Total ekuitas perusahaan per periode yang sama Rp101,75 triliun, dengan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp82,59 triliun.
Dari sisi operasional, volume penjualan batu bara UNTR sepanjang Januari-Agustus 2026 tercatat turun 22% secara tahunan dibanding periode yang sama 2025, menurut laporan Kompas.com. Di sisi lain, kuota produksi batu bara dalam RKAB 2026 justru dinaikkan dari 7,4 juta ton menjadi 12,4 juta ton, yang membuka ruang bagi perusahaan menambah produksi pada semester II 2026. Untuk gambaran pendapatan dan laba tahunan secara utuh, termasuk kinerja per segmen bisnis, pembaca bisa mengecek laporan keuangan resmi UNTR di idx.co.id.
Dividen
UNTR mengumumkan dividen interim sebesar Rp430 per saham untuk tahun buku 2026, dengan total nilai Rp1,47 triliun. Keputusan ini berdasarkan Keputusan Sirkuler Direksi pada 23 September 2026 dan Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris pada 24 September 2026, dengan pembayaran dijadwalkan pada 26 Oktober 2026.
Jadwal cum dan ex date-nya: cum dividen interim di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 6 Oktober 2026, ex dividen pada 7 Oktober 2026. Untuk pasar tunai, cum date pada 8 Oktober 2026 dan ex date pada 9 Oktober 2026.
Yang menarik, rasio pembayaran dividen interim ini mencapai 154,55% dari laba bersih semester I 2026, jauh di atas 100%. Lewat keterbukaan informasi, Corporate Secretary Ari Setiyawan menyatakan pembagian dividen interim ini "tidak memberikan dampak secara material terhadap kegiatan operasional, hukum kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan," mengacu pada saldo laba ditahan yang jauh lebih besar dari nilai dividen yang dibagikan.
Pergerakan harga saham UNTR
Pada penutupan Jumat 23 Oktober 2026, UNTR berada di Rp25.300, naik 4,12% dan jadi salah satu saham dengan kenaikan terbesar yang mengangkat indeks Kompas100 naik 0,86% ke level 702,76. Harga ini berada di bawah titik tengah rentang 52 minggu Rp20.125-Rp32.825, menandakan saham masih cukup jauh dari level tertinggi tahunannya.
Dalam sebulan terakhir, UNTR menguat 4,8%, tapi dalam tiga bulan masih melemah tipis 0,8% dan dalam setahun masih turun 7,3%. Rata-rata volume transaksi harian dalam tiga bulan terakhir tercatat 4,25 juta lembar per hari.
Analisis teknikal BRI Danareksa Sekuritas per akhir September 2026 mencatat harga UNTR saat itu (Rp25.175) masih di bawah moving average 200 hari yang berada di area Rp27.061. Resistance diproyeksikan di Rp25.750, dengan target lanjutan ke Rp27.000-Rp27.061 jika level itu tertembus. Support diperkirakan di kisaran Rp23.900-Rp23.000, dengan support berikutnya di Rp20.900 jika area itu jebol. Saat itu indikator MACD masih berada di zona negatif.
Berita dan katalis terbaru
Beberapa perkembangan yang relevan dipantau investor UNTR belakangan ini:
- 23 Oktober 2026 (Kompas.com): UNTR naik 4,12% ke Rp25.300, menjadi penggerak utama penguatan indeks Kompas100 yang naik 0,86% ke 702,76, bersama Darma Henwa (DEWA) dan Bukit Asam (PTBA).
- 20 Oktober 2026 (mikirduit.com): UNTR masuk daftar 19 emiten yang menyiapkan program buyback saat IHSG sempat jatuh hingga sentuh level 4.900 dan mengalami trading halt, di tengah isu potensi penurunan status IDX ke standalone market. UNTR menyiapkan alokasi dana buyback sebesar Rp2 triliun, di bawah BBCA yang menyiapkan Rp5 triliun tapi di atas MBMA dengan Rp1,38 triliun.
- 29 September 2026 (Fortune Indonesia dan Kompas.com): UNTR mengumumkan dividen interim Rp430 per saham, bertepatan dengan saham yang melonjak 3,28% ke Rp25.175, didorong sentimen dividen dan rencana buyback, serta kenaikan kuota produksi batu bara dalam RKAB.
Pesaing di BEI
Beberapa emiten BEI yang beririsan dengan lini bisnis UNTR:
- HEXA (Hexindo Adiperkasa): distributor tunggal alat berat merek Hitachi di Indonesia, pesaing langsung UNTR di segmen distribusi alat berat.
- INTA (Intraco Penta): perusahaan distribusi alat berat multi-merek yang juga punya lini jasa penyewaan alat berat.
- DOID (Delta Dunia Makmur): induk dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama, salah satu kontraktor pertambangan batu bara terbesar di Indonesia, pesaing di lini Kontraktor Penambangan UNTR lewat Pamapersada Nusantara.
Risiko
Beberapa risiko yang relevan dipantau dari bisnis dan pergerakan saham UNTR:
- Konsentrasi pada komoditas batu bara. Volume penjualan batu bara UNTR sepanjang Januari-Agustus 2026 turun 22% YoY, menunjukkan sensitivitas bisnis terhadap harga dan permintaan komoditas yang fluktuatif.
- Ketergantungan pada kebijakan RKAB. Kuota produksi batu bara ditentukan pemerintah lewat RKAB tahunan, yang bisa berubah dan langsung memengaruhi kapasitas produksi perusahaan.
- Rasio payout dividen interim di atas 100%. Pembayaran dividen interim 154,55% dari laba bersih semester berjalan ditopang saldo laba ditahan yang besar, tapi pola ini tidak mencerminkan laba periode berjalan secara langsung.
- Risiko pasar makro. Saham UNTR sempat terpengaruh gejolak IHSG yang jatuh ke 4.900 akibat isu potensi penurunan status IDX ke standalone market, dengan asing tercatat net sell Rp2,13 triliun pada 20 Oktober 2026.
- Posisi teknikal belum solid. Harga berada di bawah moving average 200 hari dengan MACD di zona negatif per akhir September 2026, sinyal bahwa pemulihan tren belum sepenuhnya terkonfirmasi.
- Rentang harga 52 minggu lebar (Rp20.125-Rp32.825), menandakan volatilitas harga yang perlu diperhitungkan sebelum mengambil keputusan.
Apa artinya buat investor
Beberapa hal konkret yang bisa dipantau dari sini, bukan untuk jadi dasar keputusan beli atau jual:
- Realisasi pembayaran dividen interim pada 26 Oktober 2026. Investor yang memegang saham sebelum cum date 6 Oktober 2026 (pasar reguler/negosiasi) atau 8 Oktober 2026 (pasar tunai) berhak atas dividen Rp430 per saham ini.
- Progres program buyback Rp2 triliun yang mulai berjalan sejak 19 Oktober 2026. Karena pembelian biasanya dilakukan bertahap, realisasi aksi ini bisa dicek lewat keterbukaan informasi berkala di BEI, bukan diasumsikan berjalan penuh setiap hari.
- Level teknikal yang jadi acuan BRI Danareksa Sekuritas per akhir September 2026: resistance di Rp25.750 dengan target lanjutan Rp27.000-Rp27.061, serta support di Rp23.900-Rp23.000 dan Rp20.900 sebagai level berikutnya jika jebol. Level ini bisa berubah seiring pergerakan harga terbaru.
- Realisasi produksi batu bara pada semester II 2026 menyusul kenaikan kuota RKAB dari 7,4 juta ton ke 12,4 juta ton, mengingat volume penjualan Januari-Agustus 2026 masih turun 22% secara tahunan.
- Laporan keuangan semester II dan full year 2026, yang akan menunjukkan apakah tren laba bersih membaik dari posisi semester I sebesar Rp956,28 miliar.
Cara beli saham UNTR
Saham UNTR diperdagangkan dalam satuan lot, di mana 1 lot setara 100 lembar saham. Dengan harga terakhir Rp25.300 per lembar, nilai 1 lot UNTR sekitar Rp2.530.000, belum termasuk biaya transaksi dari sekuritas.
Untuk membeli saham ini, investor perlu membuka rekening efek terlebih dahulu di perusahaan sekuritas yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdaftar sebagai anggota bursa di BEI. Setelah rekening aktif dan dana disetor, order beli UNTR bisa dilakukan lewat aplikasi trading sekuritas pada jam perdagangan bursa.
FAQ
Apakah UNTR rutin membagikan dividen?
Data yang kami cek baru mencakup dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp430 per saham dengan total Rp1,47 triliun. Untuk riwayat dividen tahun-tahun sebelumnya, cek keterbukaan informasi resmi di idx.co.id.
Berapa harga 1 lot saham UNTR?
Berdasarkan harga terakhir Rp25.300 per lembar, 1 lot (100 lembar) UNTR senilai Rp2.530.000.
Apakah UNTR masuk indeks LQ45?
Status UNTR di LQ45 atau IDX30 belum ada di sumber yang kami cek. Yang tercatat, UNTR merupakan salah satu saham di indeks Kompas100.
Apa beda UNTR dengan HEXA?
UNTR adalah distributor tunggal Komatsu dan punya bisnis kontraktor tambang lewat Pamapersada Nusantara, sementara HEXA (Hexindo Adiperkasa) adalah distributor tunggal alat berat Hitachi di Indonesia.
Kenapa UNTR melakukan buyback saham pada Oktober 2026?
Menurut laporan mikirduit.com 20 Oktober 2026, UNTR adalah satu dari 19 emiten yang menyiapkan buyback dengan alokasi Rp2 triliun saat IHSG tertekan akibat isu potensi penurunan status IDX ke standalone market.
Apa itu RKAB dan kenapa penting buat UNTR?
RKAB adalah Rencana Kerja dan Anggaran Biaya yang menentukan kuota produksi tambang tahunan. Menurut Kompas.com 29 September 2026, kuota produksi batu bara UNTR naik dari 7,4 juta ton menjadi 12,4 juta ton untuk 2026, yang membuka ruang produksi lebih besar di semester II.
Artikel ini adalah informasi untuk edukasi investor, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham UNTR.
Sumber
- Yahoo Finance
- Wikipedia · United Tractors
- mikirduit.com · 19 Saham dari BBCA sampai UNTR Siap Buyback Saat IHSG Jeblok, Begini Arah ke Depannya
- money.kompas.com · Indeks Kompas100 Menguat 0,86 Persen, Saham UNTR dan DEWA Melonjak
- fortuneidn.com · Dividen UNTR Rp430 per Saham, Catat Jadwal Cum Date-nya
- money.kompas.com · Saham UNTR Melonjak 3,28 Persen, Didorong Dividen dan Buyback
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.