Saham MDKA: Profil Merdeka Copper Gold, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
MDKA turun 28,4% dalam sebulan ke Rp2.190, sementara ramp up Tambang Emas Pani dan rencana obligasi untuk bayar utang jadi perhatian pasar.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
MDKA adalah kode saham PT Merdeka Copper Gold Tbk, perusahaan tambang berkantor pusat di Jakarta dengan portofolio emas, tembaga, dan perak. Perusahaan ini mengoperasikan Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya, dan Tambang Emas Pani di Gorontalo lewat sejumlah anak usaha. Hingga akhir 2021, cadangan yang dikuasai grup ini diperkirakan mencapai 34,8 juta oz emas, 8,5 juta ton tembaga, dan 76 juta oz perak menurut data Wikipedia.
Ringkasan saham MDKA
Per 25 Oktober 2026.
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Kode | MDKA |
| Nama resmi | PT Merdeka Copper Gold Tbk |
| Sektor/subsektor | Pertambangan logam (emas, tembaga, perak) |
| Tahun IPO | 2015 |
| Harga terakhir | Rp2.190 per lembar |
| Harga 1 lot | Rp219.000 |
| Rentang 52 minggu | Rp2.050 - Rp3.960 |
| Kinerja 1 bulan / 3 bulan / 1 tahun | -28,4% / -17,4% / -1,8% |
| Rata-rata volume harian (3 bulan) | 40,18 juta lembar |
| Indeks | belum ada di sumber yang kami cek |
Bisnis Merdeka Copper Gold
Inti bisnis MDKA adalah pertambangan emas dan tembaga lewat beberapa anak usaha. Tambang Emas Tujuh Bukit di Pesanggaran, Banyuwangi, dioperasikan oleh PT Bumi Suksesindo dan sudah berproduksi sejak 2017. Tambang Tembaga Wetar di Maluku Barat Daya dipegang lewat Eastern Field Developments Ltd dan PT Batutua Tembaga Raya, sementara Tambang Emas Pani di Pohuwato, Gorontalo, kini jadi fokus ekspansi lewat PT Pani Bersama Jaya.
Di luar emas dan tembaga, grup ini juga punya eksposur ke nikel lewat proyek Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) yang menjual bijih limonit dan saprolit, serta unit material baterai lewat PT Merdeka Battery Materials. Hingga akhir 2021, anak usaha yang tercatat di Wikipedia meliputi PT Bumi Suksesindo, PT Merdeka Mining Servis, Eastern Field Developments Ltd, PT Batutua Tembaga Raya, PT Pani Bersama Jaya, PT Batutua Abadi Jaya, Merdeka Copper Gold International Pte Ltd di Singapura, PT Merdeka Energi Nusantara, dan PT Merdeka Battery Materials.
MDKA juga berperan sebagai pemegang saham pengendali emiten lain, yaitu PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dengan hak suara 64,013% per Agustus 2026 menurut laporan beritasatu.com.
Sejarah singkat dan IPO
Perusahaan ini berdiri pada 5 September 2012 dengan nama PT Merdeka Serasi Jaya. Di tahun yang sama, anak usahanya PT Bumi Suksesindo mendapat Izin Usaha Pertambangan di kawasan Tujuh Bukit, Banyuwangi. Nama perusahaan berubah menjadi PT Merdeka Copper Gold pada 2014, lalu resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2015.
Konstruksi dan penambangan bijih di Tujuh Bukit dimulai 2016 dan rampung 2017, sehingga Bumi Suksesindo mulai bisa menjual emas. Sepanjang 2018-2019, perusahaan memperluas kapasitas pengolahan Tujuh Bukit dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton bijih per tahun lewat Proyek Ekspansi Oksida, sambil mengakuisisi 67,9% saham Tambang Tembaga Wetar dan 66,7% saham Tambang Emas Pani.
Ekspansi berlanjut di 2020-2021 lewat nota kesepahaman dengan Eternal Tsingshan Group untuk proyek AIM di Wetar dan Morowali, pendirian anak usaha di Singapura pada Oktober 2021, dan investasi US$80,16 juta pada 30 Desember 2021 untuk memegang 50,1% saham PT Andalan Bersama Investama, yang sebelumnya mengakuisisi PT Gorontalo Sejahtera Mining dari PT J Resources Nusantara.
Pemegang saham dan manajemen
Sumber yang kami cek tidak merinci komposisi pemegang saham utama maupun susunan direksi dan komisaris MDKA saat ini. Yang terdokumentasi adalah posisi MDKA sebagai pemegang saham pengendali di emiten lain, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan 13 Agustus 2026, MDKA membeli 100.559.200 saham EMAS dalam periode 28 Juli-12 Agustus 2026 lewat serangkaian transaksi, sehingga kepemilikannya naik dari 9.329.376.465 saham menjadi 9.429.935.665 saham, atau hak suara naik dari 63,330% menjadi 64,013%. Perusahaan menyatakan pembelian ini dilakukan untuk tujuan investasi dan mencerminkan kepentingan jangka panjangnya terhadap EMAS, menurut laporan beritasatu.com. Untuk data pemegang saham dan manajemen MDKA yang lengkap dan terkini, pembaca disarankan mengecek keterbukaan informasi resmi di idx.co.id.
Kinerja keuangan terbaru
Menurut riset KB Valbury Sekuritas yang dikutip investor.id pada 5 Oktober 2026, pendapatan MDKA pada kuartal II-2026 mencapai US$782 juta, naik 26,1% secara kuartalan dan melesat 121,9% secara tahunan. Laba bersih kuartal tersebut justru turun 23,2% qoq menjadi US$44 juta, yang menurut riset itu disebabkan kenaikan beban lain-lain.
Pendorong kenaikan pendapatan antara lain lonjakan harga jual rata-rata (ASP) emas Tujuh Bukit sebesar 59,6% yoy, serta kenaikan volume penjualan bijih limonit 66% yoy dan saprolit 48% yoy dari proyek Sulawesi Cahaya Mineral. Analis KB Valbury, Ashalia Fitri Yuliana, merevisi naik estimasi produksi emas Tambang Pani 2026 menjadi 52.000 oz dan asumsi harga tembaga menjadi US$13.300 per ton, sehingga proyeksi pendapatan setahun penuh MDKA ikut direvisi naik menjadi US$3,15 miliar.
Sumber yang kami cek tidak memuat angka laba bersih dan pendapatan untuk periode penuh tahun 2025 atau semester I-2026 secara terpisah. Pembaca yang ingin melihat tren lengkap dan laporan keuangan teraudit sebaiknya mengecek dokumen resmi di idx.co.id.
Dividen
Tidak ada informasi soal kebijakan atau riwayat pembagian dividen MDKA di sumber yang kami cek. Untuk mengetahui apakah dan kapan MDKA pernah membagikan dividen, cek laporan tahunan dan pengumuman korporasi di idx.co.id.
Pergerakan harga saham MDKA
Per 25 Oktober 2026, MDKA diperdagangkan di Rp2.190 per lembar, berada relatif dekat ke batas bawah rentang 52 minggunya yang berkisar Rp2.050 hingga Rp3.960. Posisi ini berarti harga saat ini hanya sekitar Rp140 di atas titik terendah 52 minggu, sementara jarak ke titik tertinggi 52 minggu masih cukup lebar.
Dari sisi momentum jangka pendek, saham ini melemah 28,4% dalam sebulan terakhir dan 17,4% dalam tiga bulan terakhir. Namun secara basis setahun, penurunannya jauh lebih tipis yaitu 1,8%, yang menandakan sebagian besar koreksi terjadi dalam periode belakangan ini saja. Rata-rata volume transaksi harian dalam tiga bulan terakhir tercatat 40,18 juta lembar, yang menunjukkan saham ini masih cukup aktif diperdagangkan di pasar reguler.
Berita dan katalis terbaru
Beberapa perkembangan yang relevan dipantau investor:
- 5 Oktober 2026 (investor.id): KB Valbury Sekuritas merevisi naik estimasi produksi emas Pani 2026 menjadi 52.000 oz dan asumsi harga tembaga menjadi US$13.300 per ton. Analis Ashalia Fitri Yuliana menulis bahwa katalis utama MDKA datang dari ramp up Pani, harga logam yang tetap kuat, serta perkembangan fasilitas carbon in leach (CIL) di Pani.
- 8 Oktober 2026 (liputan6.com): MDKA masuk daftar saham yang dipantau Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, bersama AMMN, PTRO, JPFA, SGER, dan UVCR, di tengah proyeksi IHSG bergerak sideways pada level support 6.100-6.120 dan resistance 6.200-6.250.
- 16 Agustus 2026 (beritasatu.com): MDKA menambah kepemilikan di PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) lewat pembelian 100.559.200 saham pada akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2026, sehingga kepemilikannya naik menjadi 64,013% hak suara.
- 20 Oktober 2026 (liputan6.com): MDKA berencana memakai dana hasil penerbitan obligasi atau surat utang untuk melunasi utang perusahaan, menurut laporan singkat dalam tag berita Saham MDKA di liputan6.com.
CIL atau carbon in leach adalah metode pengolahan emas yang menggabungkan proses pelindian dengan sianida dan penyerapan emas menggunakan karbon aktif dalam satu rangkaian proses, sebagaimana dijelaskan dalam riset KB Valbury yang dikutip investor.id.
Apa artinya buat investor
Beberapa hal konkret yang bisa dipantau dari sini, bukan sinyal beli atau jual:
- Level harga Rp2.190 saat ini berada dekat batas bawah rentang 52 minggu Rp2.050-Rp3.960, jadi pergerakan menuju atau menembus Rp2.050 maupun kembali ke atas Rp2.500-an bisa jadi penanda arah momentum berikutnya.
- Laporan keuangan kuartal III dan IV 2026, yang bisa dicek langsung di idx.co.id, akan menunjukkan apakah ramp up produksi Pani benar-benar mendekati estimasi 52.000 oz yang dipakai KB Valbury Sekuritas.
- Realisasi rencana penerbitan obligasi yang diberitakan liputan6.com pada 20 Oktober 2026 patut diikuti, termasuk besaran dana yang terkumpul dan porsi yang benar-benar dipakai melunasi utang.
- Pergerakan harga emas dan tembaga global tetap jadi variabel utama, mengingat ASP emas Tujuh Bukit sudah melonjak 59,6% yoy dan asumsi harga tembaga KB Valbury dipatok di US$13.300 per ton.
- Tren kepemilikan MDKA di EMAS, yang sudah naik ke 64,013% hak suara per Agustus 2026, bisa jadi indikator sejauh mana grup ini terus memperkuat portofolionya lewat akuisisi tambahan.
- Rata-rata volume harian 40,18 juta lembar dalam tiga bulan terakhir menunjukkan likuiditas saham ini masih relatif ramai, sesuatu yang relevan bagi yang memperhitungkan kemudahan keluar-masuk posisi.
Pesaing di BEI
- ANTM (Aneka Tambang): BUMN tambang dengan portofolio emas dan nikel, berbeda dari MDKA yang sepenuhnya swasta dan lebih terfokus pada emas-tembaga lewat beberapa tambang spesifik.
- AMMN (Amman Mineral Internasional): Mengoperasikan tambang tembaga-emas skala besar Batu Hijau di Sumbawa, dengan model satu tambang utama dibanding portofolio multi-tambang MDKA.
- PSAB (J Resources Asia Pasifik): Perusahaan tambang emas yang sebelumnya pernah bertransaksi dengan grup MDKA terkait konsolidasi tambang Pani lewat anak usahanya, PT J Resources Nusantara.
Risiko
- Risiko harga komoditas: pendapatan MDKA sangat bergantung pada harga emas dan tembaga global, yang bisa berubah cepat akibat faktor di luar kendali perusahaan.
- Risiko eksekusi proyek: sebagian besar katalis yang disorot analis bergantung pada keberhasilan ramp up produksi Tambang Pani dan penyelesaian fasilitas CIL, yang belum tentu berjalan sesuai jadwal.
- Risiko utang dan pendanaan: rencana penerbitan obligasi untuk melunasi utang, sebagaimana diberitakan liputan6.com pada 20 Oktober 2026, menandakan perusahaan masih mengandalkan pembiayaan eksternal.
- Risiko volatilitas harga saham: penurunan 28,4% dalam sebulan dan 17,4% dalam tiga bulan menunjukkan saham ini bisa bergerak tajam dalam periode singkat.
- Risiko konsentrasi operasional: sebagian besar nilai perusahaan bertumpu pada beberapa tambang utama (Tujuh Bukit, Wetar, Pani), sehingga gangguan operasional di salah satu lokasi bisa berdampak signifikan ke kinerja grup.
- Risiko regulasi dan perizinan tambang: seperti emiten tambang lain di Indonesia, MDKA tunduk pada aturan perizinan usaha pertambangan, royalti, dan kebijakan pemerintah yang bisa berubah.
Cara beli saham MDKA
Satu lot saham MDKA berisi 100 lembar, dan berdasarkan harga per 25 Oktober 2026 di Rp2.190 per lembar, nilai satu lot sekitar Rp219.000. Untuk membeli saham ini, investor perlu membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdaftar sebagai anggota bursa di BEI, lalu mengisi dana dan melakukan transaksi lewat aplikasi atau platform trading yang disediakan sekuritas tersebut.
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham MDKA.
Sumber
- Yahoo Finance
- Wikipedia · Merdeka Copper Gold
- liputan6.com · Rekomendasi Saham 8 Oktober 2026: MDKA, AMMN, PTRO, JPFA, SGER, UVCR
- beritasatu.com · MDKA Borong 100 Juta Saham EMAS
- investor.id · Kartu As Saham Merdeka Copper Gold (MDKA)
- liputan6.com · Saham MDKA
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.