OpenTrades
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
  IDEN English versionMasukDaftar gratis
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
Mata uang  
MasukDaftar gratis
NewsProfil Saham

Saham KLBF: Profil Kalbe Farma, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya

KLBF diperdagangkan Rp720 per lembar per 23 Oktober 2026, turun 39,2% dalam setahun dan dekat level terendah 52 minggu di Rp630.

TTim Queenby23 Oktober 2026 · 8 menit baca

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan

Saham KLBF: Profil Kalbe Farma, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
Di artikel ini
  1. Ringkasan saham KLBF
  2. Bisnis Kalbe Farma
  3. Sejarah singkat dan IPO
  4. Pemegang saham dan manajemen
  5. Kinerja keuangan terbaru
  6. Dividen
  7. Pergerakan harga saham KLBF
  8. Berita dan katalis terbaru
  9. Apa artinya buat investor
  10. Pesaing di BEI
  11. Risiko
  12. Cara beli saham KLBF

Kalbe Farma adalah perusahaan farmasi asal Jakarta yang berdiri sejak 1966. Lewat puluhan anak usaha, perusahaan ini bergerak di obat resep, produk kesehatan konsumen, nutrisi, distribusi, layanan klinik dan laboratorium, hingga bisnis internasional. Sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode KLBF.

Ringkasan saham KLBF

Per 23 Oktober 2026:

ItemDetail
KodeKLBF
Nama resmiPT Kalbe Farma Tbk.
Sektor/subsektorFarmasi (kesehatan)
Tahun IPO1991
Harga terakhirRp720 per lembar
Harga 1 lotRp72.000 (100 lembar)
Rentang 52 mingguRp630 - Rp1.345
Kinerja 1 bulan-2,0%
Kinerja 3 bulan0,0%
Kinerja 1 tahun-39,2%
Indeks (LQ45/IDX30)belum ada di sumber yang kami cek

Bisnis Kalbe Farma

Kalbe Farma punya empat lini bisnis utama. Pertama, divisi obat resep lewat anak usaha seperti Dankos Farma, Hexpharm Jaya, dan Finusolprima Farma. Kedua, produk kesehatan konsumen lewat Bintang Toedjoe yang memproduksi Extra Joss, minuman energi yang diluncurkan sejak 1994.

Ketiga, bisnis nutrisi yang dikonsolidasikan lewat Sanghiang Perkasa, ditambah joint venture Kalbe Milko Indonesia dan Kalbe Morinaga Indonesia untuk produk susu dan nutrisi cair. Keempat, distribusi dan logistik lewat Enseval Putera Megatrading dan Millennium Pharmacon International, dua perusahaan yang juga tercatat terpisah di BEI.

Di luar empat lini itu, Kalbe juga mengoperasikan layanan kesehatan lewat Klinik Mitrasana, klinik hemodialisa RenaMedika, serta laboratorium klinik Kalgen Innolab yang didirikan bersama mitra Jepang, Hoken Kagaku Kenkyujo, dan Toyota Tsusho. Perusahaan ini juga aktif di distribusi vaksin dan program vaksinasi untuk lansia, masyarakat umum, dan karyawan.

Untuk pasar luar negeri, Kalbe punya sejumlah entitas internasional seperti Innogene Kalbiotech Pte. Ltd., DHG Pharmaceutical Joint Stock Company, serta kepemilikan 49% di Alliance Pharma asal Thailand sejak Mei 2024. Menurut Wikipedia, produk-produk Kalbe sudah dipasarkan ke 43 negara di 5 benua.

Sejarah singkat dan IPO

Kalbe Farma didirikan pada September 1966 oleh enam bersaudara asal Tegal, Jawa Tengah: Khouw Lip Tjoen, Khouw Lip Hiang (Theresia Harsini Setiady), Khouw Lip Swan, Khouw Lip Boen (Boenjamin Setiawan), Khouw Lip Hwa (Maria Karmila Angkasa), dan Khouw Lip Bing (Fransiscus Bing Aryanto). Dari keenamnya, hanya Boenjamin Setiawan yang mengelola riset dan pengembangan, serta Bing Aryanto yang mengurus keuangan dan pemasaran, yang terjun langsung dalam operasional sehari-hari.

Usaha ini bermula dari garasi rumah milik pendiri di Jakarta Utara sebelum resmi berdiri. Ekspansi awal terjadi lewat akuisisi Dankos Laboratories pada 1977 untuk memperkuat lini farmasi, lalu akuisisi Bintang Toedjoe dan Hexpharm Jaya pada 1985.

Kalbe Farma resmi melantai di bursa saham pada 1991, menyusul dua anak usahanya, Igar Jaya dan Dankos Laboratories, yang lebih dulu IPO pada 1989. Enseval Putera Megatrading menyusul IPO pada 1994, tahun yang sama dengan peluncuran Extra Joss. Setelah melantai, perusahaan terus mengakuisisi dan membentuk joint venture baru: Sanghiang Perkasa (1992), merek Woods' dan 80% saham Saka Farma Laboratories (1997), 100% saham Hale International (2012), hingga Kalbe Genexine Biologics dan Kalbe Blackmores Nutrition pada 2015. Pada 2018, Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik bahan baku obat dan produk biologi milik Kalbio Global Medika di Cikarang.

Pemegang saham dan manajemen

Sumber yang kami cek hanya mencatat nama-nama pendiri perusahaan dan tidak memuat komposisi pemegang saham saat ini maupun susunan direksi dan komisaris terbaru. Untuk data pemegang saham mayoritas dan manajemen terkini, sebaiknya cek laporan tahunan terbaru Kalbe Farma atau keterbukaan informasi di idx.co.id.

Kinerja keuangan terbaru

Sumber yang kami cek tidak memuat angka pendapatan, laba bersih, atau pertumbuhan keuangan Kalbe Farma untuk periode terbaru. Untuk melihat kinerja keuangan resmi, termasuk laporan kuartalan dan tahunan, pembaca bisa mengakses laporan keuangan Kalbe Farma langsung di idx.co.id.

Dividen

Tidak ada data soal kebijakan atau riwayat pembagian dividen Kalbe Farma dalam sumber yang kami cek. Informasi dividen biasanya diumumkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan bisa dicek lewat kalender dividen di idx.co.id atau laporan tahunan perusahaan.

Pergerakan harga saham KLBF

Per 23 Oktober 2026, KLBF diperdagangkan di Rp720 per lembar. Posisi ini relatif dekat ke batas bawah rentang 52 minggu (Rp630-Rp1.345), jauh dari harga tertinggi setahun terakhir.

Dalam sebulan terakhir harga turun 2,0%, sementara dalam tiga bulan terakhir pergerakannya nyaris datar di 0,0%. Tapi kalau melihat setahun ke belakang, sahamnya sudah terkoreksi 39,2%, penurunan yang cukup dalam dibanding rentang harganya sendiri.

Rata-rata volume transaksi harian dalam tiga bulan terakhir tercatat 74,43 juta lembar, angka yang menunjukkan saham ini masih aktif diperdagangkan meski harganya tertekan.

Berita dan katalis terbaru

Dalam beberapa pekan terakhir, KLBF beberapa kali muncul di daftar trading idea analis sekuritas lokal di tengah volatilitas IHSG. Pada 22 Oktober 2026, Liputan6.com melaporkan Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memasukkan KLBF dalam trading idea bersama AMMN, DSSA, INCO, MAPA, dan PGEO, di hari ketika IHSG diperkirakan bergerak sideways cenderung melemah usai ditutup naik 0,94% disertai net sell asing Rp528 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing hari itu antara lain BMRI, ANTM, TLKM, BBRI, dan AADI.

Dua hari sebelumnya, pada 20 Oktober 2026, KLBF juga masuk trading idea BNI Sekuritas bersama EMAS, TAPG, ESSA, INKP, dan ERAA, menurut laporan topbusiness.id dan Liputan6.com. Saat itu IHSG baru saja anjlok 3,64% disertai net sell asing sekitar Rp2,28 triliun, di tengah ketidakpastian seputar rebalancing MSCI. Fanny menyebut IHSG berpotensi rebound teknikal ke kisaran 5.020-5.160 dengan support di 4.750-4.850, namun menyarankan investor memakai momentum itu untuk ambil untung lebih dulu karena risiko koreksi lanjutan masih terbuka.

Di luar konteks rekomendasi harian, sebuah artikel TradingView yang mengutip Kontan pada 16 September 2026 memberi judul soal rencana Kalbe Farma menggelar buyback saham. Detail soal jumlah dana, jumlah saham, atau periode pelaksanaan buyback tersebut tidak tercantum dalam potongan artikel yang kami baca. Investor yang ingin memastikan rencana ini sebaiknya mengecek keterbukaan informasi resmi KLBF di idx.co.id.

Apa artinya buat investor

Harga KLBF saat ini, Rp720, berada hanya sekitar Rp90 di atas titik terendah 52 minggu di Rp630. Titik tertinggi setahun terakhir ada di Rp1.345, hampir dua kali lipat dari harga sekarang. Rentang ini bisa jadi acuan buat melihat seberapa jauh saham ini sudah bergerak dari puncaknya.

Beberapa hal konkret yang bisa dipantau ke depan:

  • Level Rp630 dan Rp1.345 sebagai batas bawah dan atas rentang 52 minggu. Pergerakan yang menembus salah satu batas ini biasanya jadi penanda penting buat arah tren jangka menengah.
  • Volume transaksi harian, yang rata-rata 74,43 juta lembar dalam tiga bulan terakhir. Lonjakan volume yang signifikan bersamaan dengan pergerakan harga biasanya menandakan ada minat beli atau jual yang lebih besar dari biasanya.
  • Kejelasan rencana buyback yang disebut TradingView/Kontan pada 16 September 2026. Sampai artikel ini ditulis, detail nilai dan jumlah saham yang dibeli kembali belum terkonfirmasi di sumber yang kami cek. Pengumuman resmi di keterbukaan informasi BEI akan menentukan dampaknya terhadap jumlah saham beredar.
  • Laporan keuangan kuartalan berikutnya, yang belum tercakup dalam sumber artikel ini. Laporan tersebut jadi acuan penting untuk menilai apakah penurunan harga 39,2% dalam setahun ini sejalan dengan kinerja bisnis atau lebih didorong sentimen pasar secara umum.
  • Arah net buy/net sell asing dan IHSG secara luas, mengingat KLBF berulang kali masuk daftar trading idea di tengah periode IHSG tertekan net sell asing dan ketidakpastian rebalancing MSCI pada pertengahan Oktober 2026.

Semua poin di atas sifatnya informasi untuk dipantau, bukan sinyal kapan harus masuk atau keluar dari saham ini.

Pesaing di BEI

Beberapa emiten farmasi dan kesehatan lain yang sering dibandingkan dengan Kalbe Farma di BEI:

  • SIDO (Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul) — lebih fokus pada produk jamu, herbal, dan minuman kesehatan dibanding obat resep.
  • TSPC (Tempo Scan Pacific) — pemain besar lain di farmasi dengan lini produk konsumer sehari-hari yang luas.
  • PYFA (Pyridam Farma) — produsen farmasi dengan skala operasi jauh lebih kecil dibanding Kalbe.
  • INAF (Indofarma) — perusahaan farmasi pelat merah (BUMN) dengan fokus obat generik dan alat kesehatan.

Risiko

Beberapa risiko yang relevan dipantau untuk saham KLBF:

  • Tekanan harga jangka panjang. Harga KLBF turun 39,2% dalam setahun terakhir dan berada dekat level terendah 52 minggunya di Rp630, menunjukkan sentimen pasar yang masih berat terhadap saham ini.
  • Sentimen makro dan asing. Beberapa laporan analis menyebut IHSG secara umum tertekan net sell asing dan ketidakpastian rebalancing MSCI pada Oktober 2026, faktor yang bisa ikut memengaruhi saham-saham blue chip termasuk KLBF.
  • Regulasi sektor kesehatan. Sebagai perusahaan farmasi, Kalbe terpapar kebijakan harga obat, aturan BPOM, dan skema pembiayaan kesehatan seperti BPJS yang bisa memengaruhi margin.
  • Kompleksitas grup usaha. Kalbe mengoperasikan puluhan anak usaha di segmen farmasi, nutrisi, distribusi, layanan kesehatan, dan bisnis internasional, struktur yang luas namun juga menambah kompleksitas konsolidasi dan manajemen risiko.
  • Minimnya data kinerja keuangan terbaru di sumber ini. Artikel ini tidak memuat angka pendapatan atau laba bersih terkini sehingga investor perlu mengecek laporan keuangan resmi sebelum menilai valuasi.
  • Rencana buyback yang belum jelas detailnya. Jika benar ada rencana buyback saham, dampaknya terhadap jumlah saham beredar dan harga perlu dikonfirmasi lewat pengumuman resmi, bukan hanya judul berita.

Cara beli saham KLBF

Satu lot saham KLBF terdiri dari 100 lembar. Dengan harga Rp720 per lembar per 23 Oktober 2026, nilai satu lot sekitar Rp72.000 belum termasuk biaya transaksi dari sekuritas.

Untuk membeli saham KLBF, langkah dasarnya adalah membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terdaftar sebagai anggota bursa di BEI. Setelah rekening aktif dan dana disetor, investor bisa memasukkan order beli KLBF lewat aplikasi trading sekuritas tersebut sesuai harga pasar yang berlaku saat itu.

Artikel ini disusun untuk tujuan informasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham KLBF.

Sumber

  1. Yahoo Finance
  2. Wikipedia · Kalbe Farma
  3. liputan6.com · Rekomendasi Saham Analis 22 Oktober 2026: AMMN, DSSA, INCO, MAPA, KLBF, PGEO
  4. topbusiness.id · Masih Kuat Ketidakpastian MSCI, Enam Saham Ini Direkomendasikan: KLBF, EMAS, TAPG, ESSA, INKP, dan ERAA
  5. liputan6.com · Rekomendasi Saham Analis 20 Oktober 2026: KLBF, EMAS, ESSA, INKP, ERAA
  6. id.tradingview.com · Cek Rekomendasi Saham Kalbe Farma (KLBF) yang Siap Gelar Buyback
  • #KLBF
  • #Kalbe Farma
  • #saham farmasi
  • #BEI
  • #IHSG
BagikanWhatsAppXTelegram

Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.

Mau trade kami ikut ke akun lu?Lihat dulu akunnya jalan di dashboard demo. Daftar gratis, member aktif setelah bayar.
Daftar gratis

Baca juga

  • Saham AKRA: Profil AKR Corporindo, Bisnis, Kinerja, dan RisikonyaProfil Saham · 29 Oktober 2026Saham AKRA: Profil AKR Corporindo, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
  • Saham MEDC: Profil Medco Energi, Bisnis, Kinerja, dan RisikonyaProfil Saham · 28 Oktober 2026Saham MEDC: Profil Medco Energi, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
  • Saham ITMG: Profil Indo Tambangraya Megah, Bisnis, Kinerja, dan RisikonyaProfil Saham · 27 Oktober 2026Saham ITMG: Profil Indo Tambangraya Megah, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
OPENTRADES

Intelligence in Every Trade.

AI-powered trading automation, built for disciplined execution.

ProdukTentang OpenTradesAkun liveRiwayat tradeChart gratisHargaOpenTrades NewsMembershipAffiliate
AkunMasukDaftar gratisSyarat & KetentuanWhatsApp

Trading futures berisiko tinggi dan bisa bikin modal habis. Semua angka di sini asli dari akun yang lagi jalan, bukan janji dan bukan ajakan beli atau jual aset apa pun. Pakai uang yang siap lu risikokan.

© 2026 OpenTrades · opentrades.app · Syarat & Ketentuan