OpenTrades
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
  IDEN English versionMasukDaftar gratis
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
Mata uang  
MasukDaftar gratis
NewsProfil Saham

Saham ANTM: Profil Aneka Tambang, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya

ANTM diperdagangkan Rp2.730 per 21 Oktober 2026, turun 17% dalam setahun. Simak bisnis hilirisasi, laba H1-2026, dan risiko emiten tambang pelat merah ini.

TTim Queenby21 Oktober 2026 · 10 menit baca

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan

Saham ANTM: Profil Aneka Tambang, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
Di artikel ini
  1. Ringkasan saham ANTM
  2. Bisnis Antam
  3. Sejarah singkat dan IPO
  4. Pemegang saham dan manajemen
  5. Kinerja keuangan terbaru
  6. Dividen
  7. Pergerakan harga saham ANTM
  8. Apa artinya buat investor
  9. Berita dan katalis terbaru
  10. Pesaing di BEI
  11. Risiko
  12. Cara beli saham ANTM
  13. FAQ
  14. Apakah ANTM rutin membagikan dividen?
  15. Berapa harga 1 lot saham ANTM?
  16. Apakah ANTM masuk indeks LQ45?
  17. Apa bedanya ANTM dengan INCO?
  18. Kenapa harga saham ANTM turun dalam setahun terakhir?
  19. Apa itu proyek SGAR yang sering disebut terkait ANTM?

ANTM adalah kode saham PT Aneka Tambang Tbk, perusahaan pertambangan dan pengolahan logam pelat merah yang bergerak di emas, nikel, feronikel, serta bauksit dan alumina. Perusahaan ini tercatat di Bursa Efek Indonesia dan dikenal luas lewat produk emas batangan Logam Mulia serta proyek hilirisasi alumina di Kalimantan Barat.

Ringkasan saham ANTM

Per 21 Oktober 2026 (data Yahoo Finance):

KeteranganDetail
KodeANTM
Nama resmiPT Aneka Tambang Tbk (Antam)
Sektor/subsektorBasic materials (barang baku), pertambangan logam
Tahun IPObelum ada di sumber yang kami cek
Harga terakhirRp2.730 per lembar
Harga 1 lotRp273.000 (100 lembar)
Rentang 52 mingguRp2.380 - Rp4.970
Kinerja 1 bulan-13,9%
Kinerja 3 bulan-12,5%
Kinerja 1 tahun-17,0%
Indeksbelum ada di sumber yang kami cek

Bisnis Antam

Antam adalah BUMN pertambangan dengan portofolio yang mencakup beberapa komoditas sekaligus, bukan cuma satu logam. Kompas.com menyebut Antam sebagai emiten barang baku (basic materials) pelat merah, posisinya salah satu pemain utama sektor tambang BUMN di BEI.

Dari sisi operasional, laporan investor.id tanggal 15 Oktober 2026 memberi gambaran konkret segmen bisnis Antam. Di hilir alumina, perusahaan menjalankan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat, yang dikelola PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), perusahaan patungan Antam dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Fasilitas ini punya kapasitas produksi fase pertama 1 juta ton alumina per tahun.

Selain alumina, Antam juga memproduksi bauksit sebagai bahan baku, feronikel, dan chemical grade alumina. Kompas.com dalam artikelnya juga menyinggung soal harga emas Antam, menandakan lini bisnis logam mulia tetap jadi bagian yang paling dikenal publik dari bisnis perusahaan ini.

Strategi besar yang disebut analis Phintraco Sekuritas, Indra Setyadi, dalam laporan 15 Oktober 2026 adalah memperkuat hilirisasi lewat ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) dan aluminium, dengan membangun rantai nilai terintegrasi bersama mitra strategis. Artinya, Antam mendorong produk olahan bernilai lebih tinggi, bukan sekadar menjual bahan mentah.

Sejarah singkat dan IPO

Antam berstatus BUMN yang sahamnya diperdagangkan di BEI dengan kode ANTM. Detail tahun pencatatan saham atau sejarah IPO Antam belum ada di sumber yang kami cek untuk artikel ini. Pembaca yang butuh detail historis lengkap bisa mengecek laman resmi perusahaan atau keterbukaan informasi di idx.co.id.

Pemegang saham dan manajemen

Data spesifik soal komposisi pemegang saham dan susunan direksi atau komisaris Antam tidak tersedia di sumber yang kami cek untuk artikel ini. Yang pasti, status Antam sebagai BUMN pelat merah berarti pemerintah Indonesia memegang porsi kepemilikan signifikan, sesuai pola umum perusahaan pelat merah yang tercatat di BEI. Untuk rincian pemegang saham pengendali dan nama-nama direksi terkini, cek laporan tahunan atau keterbukaan informasi resmi di idx.co.id.

Kinerja keuangan terbaru

Angka kinerja keuangan paling konkret datang dari laporan riset BRI Danareksa Sekuritas yang dikutip investor.id pada 21 Oktober 2026. Menurut laporan itu, laba bersih Antam pada semester I-2026 tercatat Rp6,91 triliun, naik 34% secara tahunan (YoY).

Laporan investor.id tanggal 15 Oktober 2026 menambah detail di level operasional untuk periode yang sama. SGAR Mempawah mencatat penjualan 350 ribu ton alumina pada semester I-2026, dengan target volume naik menjadi 700 ribu ton sampai akhir tahun. Kontribusi laba dari SGAR lewat BAI ke Antam mencapai Rp257,6 miliar pada semester I-2026.

Di segmen lain, penjualan bauksit Antam semester I-2026 naik 24,4% menjadi sekitar 1,3 juta wet metric ton (wmt), didorong kebutuhan bijih untuk SGAR. Penjualan feronikel naik 32% menjadi sekitar 7,6 ribu ton nikel, sementara penjualan chemical grade alumina naik 10,2% menjadi sekitar 100,4 ribu ton.

Sumber yang kami cek tidak memuat angka pendapatan total, margin, atau laba bersih untuk periode kuartalan maupun tahun penuh. Untuk laporan keuangan lengkap dan terverifikasi, cek laporan keuangan resmi Antam di idx.co.id.

Dividen

Sumber yang kami cek untuk artikel ini tidak memuat data soal nilai dividen, rasio payout, atau jadwal pembagian dividen Antam. Pembaca yang ingin tahu riwayat dan rencana dividen terbaru sebaiknya memeriksa pengumuman resmi perusahaan atau keterbukaan informasi di idx.co.id.

Pergerakan harga saham ANTM

Per 21 Oktober 2026, ANTM diperdagangkan di Rp2.730 per lembar. Posisi ini berada di paruh bawah rentang 52 minggu Rp2.380-Rp4.970, jauh dari level tertinggi setahun terakhir.

Dalam tiga bulan terakhir harga turun 12,5%, dan dalam setahun turun 17,0%. Tren pelemahan ini kontras dengan kondisi September 2026: menurut Kompas.com tanggal 22 September 2026, harga ANTM saat itu masih berkisar Rp3.240 per saham, dengan investor asing mencatatkan net foreign buy Rp857 miliar dalam periode 21 Agustus hingga 21 September 2026. Rata-rata harga beli tiga broker asing terbesar, yakni ZP, AK, dan YU, saat itu berada di area Rp3.201.

Dengan begitu, harga ANTM sekarang sudah jauh lebih rendah dibanding level akumulasi asing pada September 2026 maupun harga penutupan Rp3.240 kala itu. Dalam laporan 21 Oktober 2026, BRI Danareksa Sekuritas mencatat ANTM sempat menguat 10,48% ke level Rp2.740 disertai lonjakan volume, memantul dari area yang disebut sebagai support Rp2.400-2.530.

Rata-rata volume harian dalam tiga bulan terakhir tercatat 101,11 juta lembar, menandakan saham ini termasuk aktif diperdagangkan di BEI. Level support dan resistance yang disebut analis bisa jadi acuan teknikal untuk dipantau, tapi arah harga ke depan tetap tidak bisa dipastikan.

Apa artinya buat investor

Beberapa hal konkret yang bisa dipantau terkait ANTM ke depan:

  • Realisasi produksi SGAR Mempawah. Manajemen menargetkan penjualan alumina naik dari 350 ribu ton di semester I-2026 menjadi 700 ribu ton sampai akhir tahun. Laporan produksi kuartal berikutnya bisa dibandingkan dengan target ini.
  • Laporan keuangan semester II-2026. Laba bersih semester I-2026 tercatat Rp6,91 triliun, naik 34% YoY. Laporan keuangan tahun penuh 2026 akan jadi acuan apakah momentum pertumbuhan laba ini berlanjut.
  • Level harga di kisaran Rp2.380 sampai Rp2.730. Batas bawah 52 minggu ada di Rp2.380, sementara harga terakhir di Rp2.730. Pergerakan harga menembus area support Rp2.400-2.530 atau level lain yang disebut analis bisa jadi indikator teknikal untuk dipantau, bukan sinyal otomatis untuk bertindak.
  • Arus beli-jual investor asing. Pada periode 21 Agustus-21 September 2026, asing tercatat melakukan net buy Rp857 miliar terhadap ANTM. Data net foreign buy atau sell bulanan berikutnya bisa dicek lewat laporan sekuritas atau data perdagangan BEI untuk melihat apakah tren ini berlanjut atau berbalik.
  • Harga komoditas global. Karena pendapatan Antam terkait erat dengan harga nikel, emas, dan alumina di pasar internasional, pergerakan harga komoditas ini relevan dipantau sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kinerja perusahaan ke depan.

Berita dan katalis terbaru

Beberapa perkembangan yang bisa dipantau investor, berurutan dari yang terbaru:

  • 21 Oktober 2026 (investor.id): BRI Danareksa Sekuritas mencatat ANTM sempat menguat 10,48% ke Rp2.740 disertai lonjakan volume, memantul dari area yang disebut support Rp2.400-2.530. Secara fundamental, laporan itu menyoroti laba bersih semester I-2026 sebesar Rp6,91 triliun, naik 34% secara tahunan.
  • 15 Oktober 2026 (investor.id): Analis Phintraco Sekuritas, Indra Setyadi, menyoroti katalis dari hilirisasi, terutama kontribusi laba SGAR Mempawah sebesar Rp257,6 miliar pada semester I-2026 serta pertumbuhan penjualan bauksit, feronikel, dan chemical grade alumina.
  • 22 September 2026 (Kompas.com): Mirae Asset Sekuritas mencatat ANTM sebagai saham yang paling banyak diakumulasi investor asing di tengah tekanan jual asing secara umum di bursa, dengan net foreign buy Rp857 miliar dalam sebulan periode observasi. Tiga broker dengan pembelian terbesar, ZP, AK, dan YU, mencatatkan porsi sekitar 28% dari total volume pembelian, dengan harga rata-rata pembelian di area Rp3.201 per saham.

Ketiga laporan ini menunjukkan perhatian analis sekuritas terhadap ANTM cukup besar sepanjang periode yang diamati, meski harga pasar belakangan justru melemah dibanding level September 2026.

Pesaing di BEI

Beberapa emiten tambang logam di BEI yang kerap dibandingkan dengan ANTM:

  • INCO (Vale Indonesia): produsen nikel yang fokus pada pengolahan bijih nikel, berbeda dari Antam yang portofolionya lebih beragam mencakup emas, bauksit, dan feronikel.
  • MDKA (Merdeka Copper Gold): perusahaan tambang emas dan tembaga swasta nasional, kontras dengan status Antam sebagai BUMN.
  • TINS (Timah): BUMN tambang timah, sama-sama pelat merah seperti Antam tapi fokus komoditasnya berbeda.

Sumber yang kami cek tidak memuat angka kinerja ketiga pesaing ini, jadi perbandingan di atas murni soal lini bisnis dan status kepemilikan.

Risiko

Beberapa risiko yang relevan dipantau terkait saham ANTM:

  • Risiko harga komoditas. Pendapatan Antam bergantung pada harga global nikel, emas, dan bauksit-alumina yang fluktuatif dan di luar kendali perusahaan.
  • Konsentrasi pada proyek hilirisasi yang masih baru. Kontribusi laba dari SGAR Mempawah (Rp257,6 miliar pada H1-2026) masih relatif baru, sehingga keberlanjutan pertumbuhannya tergantung realisasi target produksi, misalnya target 700 ribu ton alumina sampai akhir 2026.
  • Status BUMN. Sebagai perusahaan pelat merah, kebijakan pemerintah soal hilirisasi mineral, ekspor, atau regulasi tambang bisa berdampak langsung pada operasional dan arah strategi Antam.
  • Volatilitas harga saham. Dalam setahun terakhir harga ANTM turun 17%, dan posisi saat ini jauh di bawah level akumulasi asing bulan September 2026, menunjukkan saham ini bisa bergerak tajam dalam waktu relatif singkat.
  • Keterbatasan data publik. Sumber yang kami cek tidak memuat data dividen, pemegang saham detail, maupun laporan keuangan lengkap, sehingga pembaca perlu melengkapi riset dari laporan resmi di idx.co.id sebelum mengambil keputusan.

Cara beli saham ANTM

Satu lot saham ANTM setara 100 lembar. Dengan harga Rp2.730 per lembar per 21 Oktober 2026, nilai 1 lot sekitar Rp273.000, belum termasuk biaya transaksi dari sekuritas.

Untuk membeli saham ANTM, investor perlu membuka rekening efek di perusahaan sekuritas yang berizin OJK dan terdaftar sebagai anggota bursa BEI. Setelah rekening aktif dan dana disetor lewat rekening dana nasabah (RDN), pembelian bisa dilakukan lewat aplikasi trading sekuritas dengan memasukkan kode ANTM dan jumlah lot yang diinginkan.

FAQ

Apakah ANTM rutin membagikan dividen?

Data dividen ANTM tidak ditemukan di sumber yang kami cek untuk artikel ini. Sebagai BUMN, Antam punya riwayat membagikan dividen di tahun-tahun sebelumnya, tapi untuk angka dan jadwal terbaru sebaiknya cek pengumuman resmi di idx.co.id atau situs investor relations Antam.

Berapa harga 1 lot saham ANTM?

Per 21 Oktober 2026, harga ANTM Rp2.730 per lembar, jadi 1 lot (100 lembar) sekitar Rp273.000 di luar biaya transaksi dari sekuritas.

Apakah ANTM masuk indeks LQ45?

Informasi soal keanggotaan ANTM di LQ45 atau IDX30 belum ada di sumber yang kami cek. Status indeks bisa berubah tiap periode evaluasi BEI, jadi cek langsung di idx.co.id untuk data terkini.

Apa bedanya ANTM dengan INCO?

ANTM punya portofolio lebih beragam, dari emas, bauksit-alumina, sampai feronikel, sementara INCO (Vale Indonesia) lebih fokus pada produksi nikel. Struktur pemegang saham juga beda karena ANTM adalah BUMN pelat merah.

Kenapa harga saham ANTM turun dalam setahun terakhir?

Berdasarkan data Yahoo Finance, ANTM turun 17% dalam 1 tahun hingga 21 Oktober 2026. Sumber yang kami cek tidak merinci penyebab spesifik di luar pergerakan harga komoditas dan sentimen pasar yang disebut dalam laporan sekuritas.

Apa itu proyek SGAR yang sering disebut terkait ANTM?

SGAR (Smelter Grade Alumina Refinery) Mempawah adalah fasilitas pengolahan alumina di Kalimantan Barat yang dikelola PT Borneo Alumina Indonesia, perusahaan patungan Antam dan Inalum, dengan kapasitas fase I 1 juta ton per tahun.

Artikel ini adalah informasi untuk edukasi investor, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham ANTM.

Sumber

  1. Yahoo Finance
  2. Wikipedia · Antam Novambar
  3. id.tradingview.com · Harga Komoditas Jadi Katalis, Simak Rekomendasi Saham Antam (ANTM)
  4. investor.id · Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu 21 Oktober 2026: ANTM, ACES, BBNI
  5. money.kompas.com · Asing Akumulasi Saham ANTM Rp 857 Miliar, Simak Target Harga Rp 3.490
  6. investor.id · Antam (ANTM) Punya Katalis Baru, Saham Bakal Tembus Segini
  • #ANTM
  • #Antam
  • #saham BEI
  • #pertambangan
  • #BUMN
  • #nikel
BagikanWhatsAppXTelegram

Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.

Mau trade kami ikut ke akun lu?Lihat dulu akunnya jalan di dashboard demo. Daftar gratis, member aktif setelah bayar.
Daftar gratis

Baca juga

  • Saham AKRA: Profil AKR Corporindo, Bisnis, Kinerja, dan RisikonyaProfil Saham · 29 Oktober 2026Saham AKRA: Profil AKR Corporindo, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
  • Saham MEDC: Profil Medco Energi, Bisnis, Kinerja, dan RisikonyaProfil Saham · 28 Oktober 2026Saham MEDC: Profil Medco Energi, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
  • Saham ITMG: Profil Indo Tambangraya Megah, Bisnis, Kinerja, dan RisikonyaProfil Saham · 27 Oktober 2026Saham ITMG: Profil Indo Tambangraya Megah, Bisnis, Kinerja, dan Risikonya
OPENTRADES

Intelligence in Every Trade.

AI-powered trading automation, built for disciplined execution.

ProdukTentang OpenTradesAkun liveRiwayat tradeChart gratisHargaOpenTrades NewsMembershipAffiliate
AkunMasukDaftar gratisSyarat & KetentuanWhatsApp

Trading futures berisiko tinggi dan bisa bikin modal habis. Semua angka di sini asli dari akun yang lagi jalan, bukan janji dan bukan ajakan beli atau jual aset apa pun. Pakai uang yang siap lu risikokan.

© 2026 OpenTrades · opentrades.app · Syarat & Ketentuan