OpenTrades
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
  IDEN English versionMasukDaftar gratis
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
Mata uang  
MasukDaftar gratis
NewsSaham

IHSG Dibuka Naik 0,18% ke 5.397, Lanjutkan Rebound 1,12% Kemarin

IHSG dibuka menguat ke 5.397,34 pada Jumat, melanjutkan rebound tajam sehari sebelumnya dari pembukaan merah ke penutupan hijau 1,12%.

TTim Queenby23 Oktober 2026 · 5 menit baca

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan

IHSG Dibuka Naik 0,18% ke 5.397, Lanjutkan Rebound 1,12% Kemarin
Di artikel ini
  1. Rebound Tajam dari Zona Merah
  2. Faktor yang Disebut Mempengaruhi Sentimen
  3. Volume Transaksi Tergolong Tinggi
  4. LQ45 Menguat Lebih Tipis dari IHSG
  5. Apa Artinya Buat Investor
  6. Berapa level IHSG hari ini?
  7. Kenapa IHSG sempat anjlok sebelum rebound Kamis?
  8. Apa itu LQ45 dan bedanya dengan IHSG?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,18% ke level 5.397,34 pada Jumat pagi, 23 Oktober 2026, naik 9,43 poin dari penutupan sehari sebelumnya. Kenaikan pagi ini melanjutkan rebound tajam yang terjadi Kamis, ketika indeks berbalik arah dari zona merah dan berakhir menguat 1,12%.

Rebound Tajam dari Zona Merah

Perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, jadi salah satu sesi paling fluktuatif di Bursa Efek Indonesia pekan ini. IHSG dibuka di 5.247,98, bahkan sempat turun hingga menyentuh level 2% di awal perdagangan. Dari titik itu, indeks berbalik arah dan naik bertahap sepanjang hari, hingga mencapai level tertinggi harian di 5.422,59.

Pada penutupan, IHSG berakhir di 5.387,91, naik 59,54 poin atau 1,12% dibanding hari sebelumnya. Selisih antara level terendah dan tertinggi hari itu mencapai lebih dari 174 poin, rentang yang cukup lebar untuk ukuran satu sesi perdagangan IHSG.

Pola pembukaan merah yang berbalik jadi hijau seperti ini kadang disebut trader sebagai pemulihan satu hari berbentuk V. Biasanya terjadi kalau aksi jual panik di awal sesi disusul aksi beli besar-besaran begitu harga dianggap sudah terlalu murah.

Faktor yang Disebut Mempengaruhi Sentimen

Pelaku pasar disebut mencermati sejumlah hal pada sesi Kamis itu, termasuk keputusan Bank Indonesia dan pernyataan Presiden Prabowo terkait MSCI. MSCI sendiri adalah penyedia indeks global yang jadi acuan banyak manajer investasi asing dalam menentukan alokasi dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Pernyataan yang menyinggung MSCI biasanya ditanggapi pasar karena berkaitan dengan potensi masuk atau keluarnya dana asing dari saham-saham di BEI.

Pada Jumat pagi, pergerakan pembukaan IHSG turut dipengaruhi sentimen domestik dan global, termasuk data inflasi Jepang yang dirilis menjelang jam perdagangan Asia. Inflasi Jepang jadi perhatian karena berkaitan dengan arah kebijakan Bank of Japan, yang pada gilirannya bisa memengaruhi arus modal dan nilai tukar di kawasan Asia, termasuk rupiah.

Kombinasi sentimen domestik dan eksternal semacam ini membuat arah IHSG belakangan cenderung berubah-ubah dari hari ke hari, bukan bergerak searah dalam tren yang mulus.

Volume Transaksi Tergolong Tinggi

Aktivitas perdagangan pada sesi Kamis tercatat ramai. Volume transaksi mencapai 331,29 juta lot saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp15.313,18 miliar, setara sekitar Rp15,31 triliun. Satu lot di BEI setara 100 lembar saham, jadi volume tersebut mencerminkan jutaan transaksi individual sepanjang hari.

Volume dan nilai transaksi yang tinggi saat indeks berbalik arah dari titik terendahnya biasanya jadi sinyal banyak pihak, termasuk investor institusi, aktif masuk memanfaatkan harga yang sempat terdiskon di awal sesi. Semakin besar nilai transaksi saat rebound terjadi, semakin kuat indikasi bahwa kenaikan tersebut didukung minat beli riil, bukan sekadar pergerakan teknis jangka pendek.

LQ45 Menguat Lebih Tipis dari IHSG

Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut bergerak positif pada pembukaan Jumat, naik 0,56 poin atau 0,10% ke posisi 545,13. LQ45 berisi 45 saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, sering dipakai sebagai acuan pergerakan saham-saham blue chip.

Kenaikan LQ45 yang lebih tipis dibanding IHSG secara keseluruhan pada pembukaan Jumat mengindikasikan bahwa penguatan pagi ini kemungkinan tidak sepenuhnya ditopang saham kapitalisasi besar. Ada kemungkinan saham-saham di luar kelompok LQ45, termasuk saham lapis kedua atau ketiga, turut berkontribusi pada kenaikan indeks utama.

Apa Artinya Buat Investor

Ada beberapa level yang bisa jadi acuan untuk dipantau dalam beberapa hari ke depan. Level 5.247,98 adalah titik terendah yang sempat disentuh IHSG saat pembukaan Kamis, sementara 5.422,59 jadi level tertinggi intraday yang tercatat pekan ini. Kalau IHSG kembali mendekati atau menembus 5.422, itu bisa jadi indikasi momentum rebound masih berlanjut.

Sebaliknya, kalau indeks gagal bertahan di atas kisaran 5.387 sampai 5.397, ada kemungkinan tekanan jual kembali muncul seperti yang sempat terjadi di awal sesi Kamis. Pembukaan merah yang tiba-tiba berbalik arah menandakan volatilitas intraday masih tinggi, sehingga rentang pergerakan harga dalam satu hari bisa lebih lebar dari biasanya.

Investor juga perlu memantau volume transaksi harian sebagai indikator tambahan. Kalau nilai transaksi kembali mendekati Rp15 triliun seperti Kamis lalu, itu menandakan partisipasi pasar yang kuat, baik saat indeks naik maupun turun. Sebaliknya, volume yang menyusut saat harga naik bisa jadi sinyal kenaikan kurang didukung minat beli yang solid.

Sentimen dari luar negeri, termasuk data inflasi Jepang dan arah kebijakan Bank of Japan, tetap jadi faktor yang layak diawasi karena berpotensi memicu volatilitas serupa dengan yang terjadi pekan ini. Di sisi domestik, perkembangan lanjutan terkait pernyataan soal MSCI juga perlu dipantau, mengingat kaitannya dengan potensi arus dana asing ke pasar saham Indonesia.

Berapa level IHSG hari ini?

IHSG dibuka di 5.397,34 pada Jumat pagi, 23 Oktober 2026, naik 0,18% atau 9,43 poin dari penutupan sebelumnya.

Kenapa IHSG sempat anjlok sebelum rebound Kamis?

Sumber tidak merinci penyebab spesifik penurunan awal itu. Yang tercatat, IHSG dibuka di zona merah 5.247,98 lalu berbalik arah menguat sepanjang hari, dengan pelaku pasar disebut mencermati keputusan BI dan pernyataan terkait MSCI.

Apa itu LQ45 dan bedanya dengan IHSG?

IHSG mencakup seluruh saham yang tercatat di BEI, sementara LQ45 hanya berisi 45 saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar terbesar. Pergerakan keduanya bisa berbeda tipis tergantung saham mana yang paling aktif diperdagangkan pada hari tertentu.

Sumber

  1. CNBC Indonesia Market · IHSG Dibuka Menguat 0,18% ke Level 5.397
  2. CNBC Indonesia Market · IHSG Ditutup Menguat 1,12% ke Level 5.387
  3. Antara Bursa · IHSG Jumat dibuka menguat 9,44 poin ke posisi 5.397
  4. detikFinance · IHSG Ditutup Menguat ke Level 5.387
  • #IHSG
  • #BEI
  • #saham
  • #LQ45
  • #pasar saham Indonesia
BagikanWhatsAppXTelegram

Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.

Mau trade kami ikut ke akun lu?Lihat dulu akunnya jalan di dashboard demo. Daftar gratis, member aktif setelah bayar.
Daftar gratis

Baca juga

  • IHSG Anjlok 3,49% ke 5.098, Saham Bank dan Infrastruktur RontokSaham · 29 Oktober 2026IHSG Anjlok 3,49% ke 5.098, Saham Bank dan Infrastruktur Rontok
  • IHSG Dibuka Melemah 0,32% ke 5.249, Pasar Tunggu Keputusan The FedSaham · 28 Oktober 2026IHSG Dibuka Melemah 0,32% ke 5.249, Pasar Tunggu Keputusan The Fed
  • IHSG Anjlok 1,22% ke 5.373, Setop Reli 4 Hari BeruntunSaham · 26 Oktober 2026IHSG Anjlok 1,22% ke 5.373, Setop Reli 4 Hari Beruntun
OPENTRADES

Intelligence in Every Trade.

AI-powered trading automation, built for disciplined execution.

ProdukTentang OpenTradesAkun liveRiwayat tradeChart gratisHargaOpenTrades NewsMembershipAffiliate
AkunMasukDaftar gratisSyarat & KetentuanWhatsApp

Trading futures berisiko tinggi dan bisa bikin modal habis. Semua angka di sini asli dari akun yang lagi jalan, bukan janji dan bukan ajakan beli atau jual aset apa pun. Pakai uang yang siap lu risikokan.

© 2026 OpenTrades · opentrades.app · Syarat & Ketentuan