IHSG Anjlok 1,22% ke 5.373, Setop Reli 4 Hari Beruntun
IHSG ditutup turun 66,16 poin ke 5.373,09, seluruh 11 sektor merah menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 29 Oktober.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 66,16 poin atau 1,22% ke level 5.373,09 pada perdagangan Senin, 26 Oktober 2026. Pelemahan ini menghentikan reli positif indeks yang sudah berjalan empat hari berturut-turut sejak pekan lalu.
Koreksi hari ini terasa tajam karena arahnya berbalik di tengah jalan. IHSG sempat dibuka menguat ke 5.442,30 dan menyentuh level tertinggi harian di 5.453,65 pada awal sesi. Tapi tekanan jual yang membesar membuat indeks berbalik arah, bahkan sempat menyentuh titik terendah harian di 5.349,75, selisih sekitar 104 poin dari level tertingginya di hari yang sama.
Dari Sesi I ke Penutupan, Tekanan Makin Berat
BEI membagi perdagangan harian jadi dua sesi: sesi I berlangsung dari pagi sampai siang, sesi II dilanjutkan siang sampai sore. Pelaku pasar biasa membandingkan posisi indeks di akhir sesi I dengan penutupan akhir untuk membaca apakah tren hari itu menguat atau melemah sejak awal.
Pada penutupan sesi pertama pukul 12.48 WIB, IHSG sudah melemah 1,00% ke 5.384. Tekanan jual itu tidak mereda di sesi kedua, bahkan makin dalam hingga penutupan akhirnya mencatat koreksi 1,22%. Pola ini menunjukkan aksi jual terjadi merata sepanjang hari, bukan cuma terkonsentrasi di jam-jam akhir perdagangan.
Seluruh 11 Sektor Kompak Merah
Berdasarkan klasifikasi sektoral IDX-IC, semua 11 sektor saham yang tercatat di BEI ditutup di zona merah hari ini. IDX-IC adalah sistem klasifikasi industri resmi bursa yang mengelompokkan emiten ke dalam 11 sektor, mulai dari energi, barang baku, consumer, sampai infrastruktur dan teknologi. Kalau seluruh sektor kompak melemah seperti hari ini, itu biasanya pertanda tekanan datang dari sentimen makro yang menyeluruh, bukan masalah spesifik satu industri.
Sektor infrastruktur mencatat koreksi paling dalam, turun 2,47%. Di belakangnya ada sektor energi yang melemah 2,36% dan sektor teknologi yang tergelincir 2,06%. Ketiga sektor ini termasuk yang paling sensitif terhadap biaya modal, karena banyak emiten di dalamnya menanggung utang dengan bunga mengambang atau membiayai proyek jangka panjang yang butuh pendanaan besar.
Volume Transaksi Tetap Ramai di Tengah Koreksi
Meski indeks melemah, aktivitas perdagangan tetap tinggi. Total nilai transaksi mencapai Rp15 triliun dengan frekuensi 1,81 juta kali transaksi dan volume 36,96 miliar lembar saham berpindah tangan. Dari jumlah itu, sebanyak 520 saham ditutup melemah, 161 saham menguat, dan 112 saham lainnya stagnan.
Rasio saham turun dibanding naik yang mencapai lebih dari tiga banding satu menegaskan bahwa aksi jual hari ini memang dominan di seluruh papan, bukan terkonsentrasi di beberapa nama saja. Volume yang tetap tinggi di tengah koreksi juga menunjukkan banyak pelaku pasar yang aktif merealisasikan keuntungan setelah reli empat hari sebelumnya, bukan sekadar menahan posisi menunggu kabar baru.
Top Gainer dan Top Loser
Di tengah koreksi luas, beberapa saham justru melesat kencang. KREN memimpin top gainer dengan kenaikan 26,67%, disusul ANDI yang naik 25% dan TMPO yang melambung 19,62%.
Sebaliknya, GRPM (Garuda Metalindo) menjadi top loser setelah anjlok 9,30%. Posisi berikutnya ditempati SOFA yang terkoreksi 8,72% dan MGLV yang tergerus 7,72%. Pergerakan ekstrem di saham-saham seperti ini biasanya mencerminkan likuiditas tipis dan transaksi yang relatif kecil dibanding saham-saham big cap, bukan perubahan fundamental besar dalam satu hari. Trader yang ikut masuk di saham dengan pergerakan setajam ini perlu sadar bahwa arah harga bisa berbalik secepat kenaikannya.
Kenapa Pasar Menahan Diri Jelang The Fed
Pelaku pasar cenderung menahan posisi menjelang pengumuman suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat yang dijadwalkan 29 Oktober WIB. Sikap wait and see ini jadi salah satu alasan utama kenapa aksi ambil untung terjadi setelah IHSG menguat empat hari beruntun.
Keputusan The Fed biasanya memengaruhi arus modal asing ke pasar negara berkembang seperti Indonesia. Kalau bank sentral itu mengisyaratkan bakal menahan suku bunga tinggi lebih lama, dana asing cenderung ditarik dari pasar saham emerging market dan diparkir di aset berdenominasi dolar AS yang dianggap lebih aman. Selain faktor The Fed, dinamika geopolitik dan fluktuasi harga energi global juga ikut membayangi pergerakan bursa-bursa di kawasan Asia, yang hari ini ditutup bervariasi.
Apa Artinya Buat Investor
Level 5.349,75 yang jadi titik terendah hari ini bisa jadi acuan support jangka pendek untuk dipantau pada perdagangan berikutnya. Sementara level 5.453,65 yang sempat disentuh di awal sesi menunjukkan masih ada minat beli di harga atas sebelum tekanan jual masuk dan membalikkan arah indeks.
Beberapa hal yang bisa dipantau dalam beberapa hari ke depan:
- Level 5.349,75 sebagai support jangka pendek dan 5.453,65 sebagai resistance terdekat.
- Jadwal keputusan suku bunga The Fed pada 29 Oktober WIB dan reaksi pasar setelahnya.
- Pergerakan sektor infrastruktur dan energi, yang sudah memimpin pelemahan dan paling sensitif terhadap arah suku bunga.
- Volume dan frekuensi transaksi pada saham-saham top gainer atau top loser sebelum menyimpulkan tren jangka panjang dari pergerakan satu hari.
Untuk saham-saham dengan pergerakan ekstrem seperti GRPM, SOFA, MGLV, KREN, ANDI, dan TMPO, perhatikan dulu volume transaksinya sebelum menyimpulkan apa pun dari pergerakan harga sehari. Kenaikan atau penurunan tajam pada saham dengan likuiditas tipis cenderung lebih volatil dan berisiko berbalik arah cepat begitu minat beli atau jual mereda.
Apa penyebab utama pelemahan IHSG hari ini?
Kehati-hatian investor menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 29 Oktober, ditambah sentimen geopolitik dan fluktuasi harga energi global.
Apakah pelemahan ini terjadi di semua saham?
Tidak semua, tapi mayoritas. Sebanyak 520 saham melemah berbanding 161 saham yang menguat, dan seluruh 11 sektor IDX-IC ditutup merah.
Apa itu IDX-IC?
IDX-IC adalah klasifikasi industri resmi Bursa Efek Indonesia yang mengelompokkan seluruh saham tercatat ke dalam 11 sektor, mulai dari energi sampai teknologi. BEI memakai sistem ini untuk menghitung indeks sektoral yang dipantau pelaku pasar setiap hari.
Kapan jadwal keputusan suku bunga The Fed?
The Fed dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga acuan pada 29 Oktober 2026 waktu Indonesia.
Sumber
- CNBC Indonesia Market · IHSG Ditutup Anjlok 1,2% ke 5.373
- detikFinance · IHSG Ditutup Melemah ke 5.373 Hari Ini
- portalmadura.com · IHSG Anjlok 1,22% ke Level 5.373: Seluruh Sektor Saham Merah, Sektor Mana Paling Anjlok?
- Pasardana · Ditutup di Level 5.373, IHSG Senin Melemah -1,22 Persen
- Pasardana · IHSG Sesi I Melemah -1,00 Persen di Level 5.384
- Infobanknews · IHSG Ditutup Lanjut Melemah 1,22 Persen ke 5.373, Seluruh Sektor Merah
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.