OpenTrades
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
  IDEN English versionMasukDaftar gratis
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
Mata uang  
MasukDaftar gratis
NewsSaham

BEI Perluas Komite HSC, Gaet Capital Group dan UBS Sekuritas

BEI tambah anggota Komite HSC jadi sembilan orang, lima di antaranya pihak independen termasuk investor asing dari Capital Group.

TTim Queenby26 Oktober 2026 · 5 menit baca

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan

BEI Perluas Komite HSC, Gaet Capital Group dan UBS Sekuritas
Di artikel ini
  1. Siapa saja yang masuk komite baru
  2. Kenapa komposisi komite diubah
  3. Apa itu HSC dan kenapa penting dipantau
  4. Respons dari kalangan pelaku pasar
  5. Apa artinya buat investor
  6. Pertanyaan yang sering diajukan
  7. Apa itu Komite HSC di BEI?
  8. Siapa saja anggota baru di Komite HSC?
  9. Berapa jumlah saham berstatus HSC saat ini?
  10. Kapan saham HSC dikeluarkan dari perhitungan IHSG?

PT Bursa Efek Indonesia resmi memperluas keanggotaan Komite High Shareholding Concentration (HSC) menjadi sembilan orang pada Senin, 26 Oktober 2026. Sebelumnya komite ini hanya diisi perwakilan Self-Regulatory Organization atau SRO, kini lima dari sembilan kursi diisi pihak eksternal yang independen.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengumumkan perubahan ini dalam konferensi pers di Main Hall BEI, Jakarta. "Dari nama-nama yang sudah memberikan konfirmasi, saat ini anggota komite kami perluas menjadi sembilan orang. Direksi SRO hanya empat, limanya adalah dari pihak eksternal yang independen," ujar Jeffrey, seperti dikutip ANTARA.

Siapa saja yang masuk komite baru

Empat kursi dari unsur SRO diisi oleh dua direksi BEI, satu direksi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan satu direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Lima kursi independen diisi nama-nama dari kalangan industri, akademisi, dan investor asing. Dari pelaku industri ada Alex Widi, Direktur Utama Mandiri Sekuritas, dan Joshua Arief Tanja, Direktur Utama UBS Sekuritas. Prof. Dr. Mardiasmo, Ketua Umum Dewan Pengurus Komite Nasional Kebijakan Governansi, dilibatkan untuk memastikan tata kelola komite berjalan baik. Unsur akademisi diwakili Prof. Dr. Eduardus Tandelilin.

Adapun perwakilan investor asing dipercayakan kepada F. Chapman Taylor dari Capital Group, pengelola dana portofolio dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri aset manajemen global.

Kenapa komposisi komite diubah

Jeffrey menjelaskan perluasan ini dimaksudkan untuk memperkuat tata kelola dalam penentuan metodologi saham yang masuk dan keluar dari daftar HSC. Selama ini keputusan soal status HSC sepenuhnya berada di tangan internal SRO, tanpa perspektif dari luar.

"Anggota komite HSC yang selama ini hanya terdiri dari SRO akan diperluas tidak hanya SRO, tetapi akan melibatkan pihak independen dari pelaku maupun akademisi dan perwakilan investor," kata Jeffrey. Ia menambahkan bahwa komite punya fleksibilitas untuk menambah anggota atau mengundang narasumber independen lain dalam rapat-rapat ke depan, sehingga pembahasan bisa lebih kaya perspektif.

Masuknya investor asing seperti Chapman Taylor cukup signifikan karena memberi suara dari sisi pengguna data, bukan hanya regulator pasar. Dana kelolaan institusi asing umumnya sensitif terhadap isu konsentrasi kepemilikan karena berpengaruh pada likuiditas saham yang mereka pegang.

Apa itu HSC dan kenapa penting dipantau

HSC adalah notasi yang diberikan BEI kepada saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi di satu pihak atau segelintir pihak, biasanya pemegang saham pengendali atau afiliasinya. Konsentrasi tinggi ini membuat saham floating di pasar jadi tipis, sehingga rawan volatilitas ekstrem dan rentan dimanfaatkan untuk pergerakan harga yang tidak wajar.

Menurut data BEI yang dikutip ANTARA, sepanjang periode April hingga Oktober 2026 tercatat 88 saham yang pernah masuk atau terkait daftar HSC. Dari jumlah itu, tiga emiten sudah dicabut status HSC-nya, sementara 85 emiten lain masih menyandang status tersebut hingga saat ini.

Bagi investor, status HSC bukan sekadar label administratif. Saham yang masuk HSC dikecualikan dari perhitungan IHSG efektif mulai 2 November 2026, sesuai kebijakan BEI yang sudah diumumkan sebelumnya. Artinya bobot saham-saham tersebut tidak lagi memengaruhi pergerakan indeks acuan, meski saham itu tetap bisa diperdagangkan seperti biasa.

Respons dari kalangan pelaku pasar

Langkah BEI mengeluarkan saham HSC dari perhitungan IHSG sebelumnya mendapat dukungan dari kalangan analis. Mirae Asset, misalnya, menilai keputusan BEI mengeluarkan saham-saham HSC dari IHSG memang diperlukan, menurut pemberitaan ANTARA sebelumnya. Perluasan Komite HSC kali ini bisa dibaca sebagai kelanjutan dari upaya memperbaiki metodologi di balik kebijakan tersebut, agar proses penetapan status HSC lebih transparan dan tidak hanya mengandalkan penilaian internal bursa.

Apa artinya buat investor

Investor yang memegang saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi perlu memantau update status HSC dari BEI secara berkala, karena daftar ini bisa berubah setiap periode review. Saham yang baru masuk HSC akan kehilangan bobotnya di IHSG efektif 2 November 2026, sehingga pergerakan harganya tidak lagi tercermin langsung di indeks acuan meski tetap bisa diperdagangkan di pasar reguler.

Bagi investor institusi, khususnya asing, perluasan komite dengan melibatkan nama seperti Chapman Taylor dari Capital Group bisa jadi sinyal bahwa BEI ingin metodologi HSC lebih sejalan dengan standar tata kelola yang biasa dipakai fund manager global. Ini layak dipantau karena berpotensi memengaruhi kriteria mana saja emiten yang akan kena atau lolos dari notasi HSC di review-review berikutnya.

Investor ritel yang trading saham-saham dengan free float kecil sebaiknya mengecek status HSC emiten yang dipegang lewat laman resmi BEI, karena perubahan status bisa berdampak pada likuiditas dan persepsi risiko saham tersebut di pasar.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu Komite HSC di BEI?

Komite HSC menentukan metodologi penetapan saham High Shareholding Concentration, yaitu saham dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi di satu atau sedikit pihak. Sebelumnya hanya diisi perwakilan SRO, kini diperluas dengan lima pihak independen.

Siapa saja anggota baru di Komite HSC?

Anggota baru mencakup Alex Widi dari Mandiri Sekuritas, Joshua Arief Tanja dari UBS Sekuritas, Prof. Dr. Mardiasmo, Prof. Dr. Eduardus Tandelilin, dan F. Chapman Taylor dari Capital Group.

Berapa jumlah saham berstatus HSC saat ini?

Ada 88 saham yang pernah tercatat masuk atau keluar dari daftar HSC sepanjang 2026. Tiga emiten sudah dicabut statusnya, sedangkan 85 emiten lain masih berstatus HSC untuk periode April-Oktober 2026.

Kapan saham HSC dikeluarkan dari perhitungan IHSG?

Saham berstatus HSC dikecualikan dari perhitungan IHSG efektif mulai 2 November 2026, sesuai kebijakan yang sudah diumumkan BEI.

Sumber

  1. Antara Bursa · BEI perluas Komite HSC libatkan investor asing dan akademisi
  2. CNN Indonesia Ekonomi · BEI Gaet Investor Asing di Komite HSC
  • #BEI
  • #HSC
  • #IHSG
  • #tata kelola bursa
  • #Capital Group
  • #UBS Sekuritas
BagikanWhatsAppXTelegram

Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.

Mau trade kami ikut ke akun lu?Lihat dulu akunnya jalan di dashboard demo. Daftar gratis, member aktif setelah bayar.
Daftar gratis

Baca juga

  • IHSG Anjlok 3,49% ke 5.098, Saham Bank dan Infrastruktur RontokSaham · 29 Oktober 2026IHSG Anjlok 3,49% ke 5.098, Saham Bank dan Infrastruktur Rontok
  • IHSG Dibuka Melemah 0,32% ke 5.249, Pasar Tunggu Keputusan The FedSaham · 28 Oktober 2026IHSG Dibuka Melemah 0,32% ke 5.249, Pasar Tunggu Keputusan The Fed
  • IHSG Anjlok 1,22% ke 5.373, Setop Reli 4 Hari BeruntunSaham · 26 Oktober 2026IHSG Anjlok 1,22% ke 5.373, Setop Reli 4 Hari Beruntun
OPENTRADES

Intelligence in Every Trade.

AI-powered trading automation, built for disciplined execution.

ProdukTentang OpenTradesAkun liveRiwayat tradeChart gratisHargaOpenTrades NewsMembershipAffiliate
AkunMasukDaftar gratisSyarat & KetentuanWhatsApp

Trading futures berisiko tinggi dan bisa bikin modal habis. Semua angka di sini asli dari akun yang lagi jalan, bukan janji dan bukan ajakan beli atau jual aset apa pun. Pakai uang yang siap lu risikokan.

© 2026 OpenTrades · opentrades.app · Syarat & Ketentuan