OpenTradesOpenTrades
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
IDEN English versionMasukDaftar gratis
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
Mata uang
MasukDaftar gratis
NewsProfil Koin

Apa Itu XRP (XRP)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya

XRP adalah token native XRP Ledger untuk pembayaran lintas batas, market cap $82,78 miliar dan peringkat ke-5 dunia per 5 November 2026.

TTim OpenTrades5 November 2026 · 10 menit baca

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan

Apa Itu XRP (XRP)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
Di artikel ini
  1. Ringkasan XRP
  2. Masalah yang mau diselesaikan
  3. Cara kerja XRP
  4. Fungsi token XRP
  5. Tokenomics XRP
  6. Tim, pendanaan, dan sejarah singkat
  7. Data pasar dan on-chain
  8. Apa artinya buat trader
  9. Kompetitor
  10. Risiko XRP
  11. Cara beli dan trading XRP di Indonesia
  12. FAQ
  13. Apakah XRP legal diperdagangkan di Indonesia?
  14. Berapa suplai maksimum XRP?
  15. Apa beda XRP dengan Stellar (XLM)?
  16. Kenapa ETF spot XRP baru disetujui di AS pada November 2025?
  17. Apa itu Unique Node List di XRP Ledger?
  18. Apakah XRP bisa di-trading dengan leverage di Binance?

XRP adalah aset digital terdesentralisasi yang jadi token native dari XRP Ledger, blockchain Layer 1 yang dirancang khusus untuk pembayaran global. Fungsi utamanya sebagai jembatan antar mata uang fiat, memungkinkan penyelesaian transaksi lintas negara dalam hitungan tiga sampai lima detik. Per 5 November 2026, XRP menempati peringkat market cap ke-5 dengan kapitalisasi $82,78 miliar.

Ringkasan XRP

Per 5 November 2026.

FaktaDetail
NamaXRP
TickerXRP
KategoriLayer 1 (L1), platform pembayaran lintas batas
JaringanXRP Ledger
Tahun rilis/genesisKonsep awal 2004 oleh Ryan Fugger, bentuk modern dikembangkan Jed McCaleb dan Chris Larsen
Peringkat market cap5
Harga$1,3100
Market cap$82,78 miliar
Suplai beredar63,35 miliar XRP
Suplai maksimum100,00 miliar XRP
Kontrak Binance FuturesXRPUSDT

Masalah yang mau diselesaikan

Transfer uang lintas negara lewat sistem perbankan tradisional biasanya lambat dan mahal. Bank harus lewat jaringan correspondent banking, menyetor dana pra-pendanaan di akun-akun berbeda negara, dan menanggung biaya likuiditas yang numpuk di banyak mata uang sekaligus. Prosesnya bisa makan waktu berhari-hari.

XRP Ledger menawarkan jalan pintas. XRP berfungsi sebagai aset jembatan netral antar mata uang fiat, sehingga institusi keuangan tidak perlu menyimpan dana pra-pendanaan di setiap koridor negara. Menurut deskripsi resmi di CoinGecko, pendekatan ini membantu institusi menekan biaya likuiditas sekaligus mempercepat penyelesaian transaksi internasional.

Cara kerja XRP

XRP Ledger tidak memakai mining ala Bitcoin atau staking ala banyak jaringan proof-of-stake. Jaringan ini menjalankan protokol konsensus federasi lewat mekanisme bernama Unique Node List (UNL), yaitu daftar validator tepercaya yang dipilih tiap node untuk memverifikasi transaksi.

Supaya transaksi dianggap final dan permanen, minimal 80 persen validator di UNL harus sepakat. Mekanisme ini membuat XRP Ledger mencapai finalitas deterministik, bukan probabilistik seperti di jaringan proof-of-work. Hasilnya, jaringan sanggup menampung throughput berkelanjutan hingga 1.500 transaksi per detik dengan waktu penyelesaian tiga sampai lima detik.

XRP Ledger juga punya decentralized exchange bawaan di dalam protokolnya sendiri. Fitur ini memungkinkan perdagangan otomatis untuk aset apa pun yang sudah di-tokenisasi di jaringan, tanpa perlu perantara pihak ketiga.

Fungsi token XRP

Fungsi inti XRP adalah sebagai aset jembatan antar mata uang fiat dalam proses settlement lintas negara. Institusi keuangan memakainya untuk memindahkan nilai antar mata uang tanpa harus menyetor dana besar di tiap negara tujuan.

Untuk melindungi jaringan dari spam transaksi, setiap transaksi di XRP Ledger membakar sejumlah kecil XRP. Mekanisme burn ini membuat suplai XRP sedikit demi sedikit berkurang seiring aktivitas jaringan, meski efeknya terhadap suplai total relatif kecil dibanding skala suplai maksimum 100 miliar token.

Di luar fungsi protokol, institusi juga memakai XRP sebagai agunan untuk mengakses pasar tradisional dan mengelola infrastruktur aset digital mereka. Ripple, perusahaan yang jadi kontributor utama ekosistem ini, membangun produk pembayaran bernama Ripple Payments yang berjalan berdampingan dengan XRP Ledger dan stablecoin seperti RLUSD untuk penyelesaian fiat dan stablecoin di lebih dari 60 pasar global.

Tokenomics XRP

Suplai maksimum XRP dipatok keras di 100 miliar token, tidak bertambah lewat mekanisme inflasi seperti block reward. Per 5 November 2026, total suplai tercatat 99,99 miliar dan suplai beredar 63,35 miliar. Artinya ada selisih sekitar 36,64 miliar token yang tercatat dalam total suplai tapi belum sepenuhnya beredar di pasar.

Satu-satunya mekanisme pengurangan suplai yang terdokumentasi adalah burn kecil di setiap transaksi sebagai mekanisme anti-spam, bukan buyback atau burn terjadwal besar. Soal rincian alokasi awal token ke tim, investor, atau jadwal pelepasan dana dari cadangan yang belum beredar, detailnya belum dipublikasikan di sumber yang kami cek. Pembaca yang butuh kepastian soal jadwal unlock sebaiknya memantau pengumuman resmi Ripple dan XRPL Foundation secara langsung.

Tim, pendanaan, dan sejarah singkat

Konsep awal yang jadi cikal bakal XRP Ledger dirintis Ryan Fugger pada 2004. Bentuk modernnya kemudian dikembangkan dan dirilis oleh Jed McCaleb dan Chris Larsen, yang kemudian mendirikan perusahaan yang sekarang dikenal sebagai Ripple. Ripple berperan sebagai mitra sekaligus investor bagi berbagai institusi keuangan dalam membangun solusi pembayaran global berbasis XRP Ledger.

Di CoinGecko, XRP masuk kategori yang mencantumkan nama dana besar seperti Pantera Capital Portfolio dan Andreessen Horowitz (a16z) Portfolio, serta FTX Holdings. Kategori ini menunjukkan XRP tercatat sebagai salah satu aset yang pernah atau sedang dipegang entitas-entitas tersebut, bukan berarti mereka investor langsung di perusahaan Ripple.

Tonggak penting datang pada November 2025, ketika SEC Amerika Serikat menyetujui gelombang pertama ETF spot XRP. Produk ini diterbitkan oleh sejumlah manajer aset besar termasuk Bitwise, Grayscale, 21Shares, Canary Capital, dan Franklin Templeton, dan kini diperdagangkan di bursa utama seperti NYSE Arca, Nasdaq, dan Cboe BZX. Meski Ripple tetap jadi kontributor kunci, XRP Ledger sendiri disebut tetap beroperasi sebagai jaringan open-source dan terdesentralisasi.

Data pasar dan on-chain

Per 5 November 2026, harga XRP di CoinGecko tercatat $1,3100 dengan market cap $82,78 miliar dan fully diluted valuation (FDV) $130,65 miliar. Volume perdagangan 24 jam mencapai $2,78 miliar. Harga tertinggi sepanjang masa (ATH) dicetak di $3,6500 pada 17 Juli 2025, artinya harga saat ini sekitar 64 persen di bawah ATH-nya.

Dalam 30 hari terakhir harga turun 12,9 persen menurut CoinGecko, dan dalam setahun terakhir XRP turun 39,8 persen. Di sisi lain, data Binance untuk perubahan 90 hari justru menunjukkan kenaikan 26,0 persen, sementara periode 30 hari versi Binance tercatat turun 7,8 persen. Perbedaan angka ini wajar karena rentang waktu dan metode pengambilan data tidak identik, jadi sebaiknya dilihat sebagai gambaran arah tren, bukan angka presisi tunggal.

Di pasar derivatif, kontrak Binance Futures XRPUSDT diperdagangkan di $1,3096, naik 4,34 persen dalam 24 jam dengan volume $869,6 juta. Funding rate tercatat 0,0100 persen per periode, angka positif kecil yang berarti posisi long sedikit lebih mendominasi dan membayar fee ke posisi short. Open interest, yaitu total nilai kontrak yang masih terbuka, berada di $448,7 juta, turun 5,9 persen dalam 30 hari, mengindikasikan sebagian trader menutup posisi belakangan ini. Rasio akun long di Binance Futures tercatat 71 persen, menunjukkan mayoritas trader ritel di platform tersebut memasang posisi yang berharap harga naik.

Funding rate sendiri adalah biaya periodik yang dibayarkan antar trader long dan short di kontrak futures perpetual untuk menjaga harga kontrak tetap dekat dengan harga spot. Open interest menggambarkan total nilai kontrak yang masih terbuka dan belum ditutup, sementara rasio long/short menunjukkan sentimen posisi trader di platform tersebut, bukan arah harga yang pasti.

Apa artinya buat trader

Beberapa data di atas bisa dijadikan bahan pemantauan, bukan sinyal otomatis untuk membuka posisi:

  • Jarak dari ATH. Harga $1,31 masih sekitar 64 persen di bawah ATH $3,65 yang dicetak 17 Juli 2025. Ini bisa jadi titik acuan historis saat memantau pergerakan harga ke depan.
  • Funding rate dan tumpukan leverage. Funding rate 0,0100 persen yang positif menandakan long sedikit lebih dominan. Kalau funding rate naik tajam bersamaan dengan open interest yang ikut naik, itu tanda leverage makin menumpuk di satu arah dan risiko likuidasi berantai makin besar.
  • Open interest yang turun 5,9 persen dalam 30 hari. Penurunan ini berarti ada pengurangan posisi terbuka di Binance Futures. Trader bisa memantau apakah open interest kembali naik seiring volume, yang bisa jadi tanda minat pasar yang berubah.
  • Rasio long 71 persen. Dominasi posisi long yang tinggi membuat pasar lebih rentan terhadap pembalikan arah tiba-tiba kalau sentimen berbalik, karena posisi yang terlalu padat di satu sisi gampang memicu likuidasi serempak.
  • Perkembangan ETF spot XRP. Sejak disetujui SEC pada November 2025, kabar seputar arus dana di produk ETF dari Bitwise, Grayscale, 21Shares, Canary Capital, dan Franklin Templeton layak dipantau sebagai indikator minat institusional, meski data arus dananya tidak tercakup dalam sumber yang kami cek kali ini.
  • Selisih suplai yang belum beredar. Dengan total suplai 99,99 miliar dan suplai beredar 63,35 miliar, pengumuman resmi soal jadwal pelepasan dana cadangan layak dipantau karena berpotensi memengaruhi suplai yang beredar di pasar ke depan.

Kompetitor

ProyekFokus utamaBeda utama dengan XRP
Stellar (XLM)Pembayaran lintas batas dan inklusi keuanganDibangun oleh Jed McCaleb yang sama, tapi lebih condong ke misi non-profit dan jaringan untuk remitansi skala kecil
Ethereum (ETH)Platform smart contract umumMemakai konsensus proof-of-stake terbuka tanpa daftar validator tertutup seperti UNL, dengan fokus lebih luas ke DeFi dan aplikasi terdesentralisasi
Solana (SOL)Layer 1 throughput tinggi untuk berbagai use caseMemakai proof-of-stake dengan validator terbuka dan fokus bukan khusus pembayaran institusi, melainkan ekosistem aplikasi yang lebih luas

Risiko XRP

Beberapa risiko berikut relevan dipantau sebelum memutuskan apa pun soal XRP:

  • Selisih suplai besar. Suplai beredar 63,35 miliar jauh di bawah total suplai 99,99 miliar. Selisih sekitar 36,64 miliar token yang belum beredar bisa jadi sumber tekanan jual kalau sewaktu-waktu dilepas ke pasar, meski sumber yang kami cek tidak merinci jadwal pelepasannya.
  • Model konsensus terpusat pada daftar validator. Federated consensus lewat Unique Node List berarti finalitas transaksi bergantung pada sekelompok validator tepercaya, berbeda dari jaringan proof-of-work atau proof-of-stake dengan validator yang lebih terbuka untuk siapa saja ikut serta.
  • Risiko regulasi. Persetujuan ETF spot XRP di AS pada November 2025 jadi sinyal positif, tapi status hukum aset kripto termasuk XRP masih bisa berbeda-beda antar yurisdiksi dan berubah sewaktu-waktu.
  • Ketergantungan pada Ripple sebagai kontributor utama. Meski XRP Ledger disebut open-source dan terdesentralisasi, pengembangan, kemitraan institusi, dan narasi besar ekosistem masih banyak bertumpu pada perusahaan Ripple.
  • Volatilitas harga. XRP sudah turun 39,8 persen dalam setahun dan sekitar 64 persen dari ATH di $3,65. Fluktuasi besar seperti ini umum di aset kripto kapitalisasi besar sekalipun.
  • Risiko leverage di futures. Dengan rasio akun long 71 persen di Binance Futures dan open interest yang masih besar meski menurun, perubahan funding rate atau sentimen pasar bisa memicu likuidasi berantai di kedua arah.

Cara beli dan trading XRP di Indonesia

XRP bisa diperdagangkan di exchange kripto yang terdaftar dan diawasi OJK di Indonesia. Pastikan platform yang dipakai memang mengantongi izin resmi sebelum menyimpan dana atau bertransaksi, karena aset kripto di Indonesia diatur ketat soal legalitas penyelenggara perdagangannya.

Untuk trader yang mau exposure lewat derivatif, Binance menyediakan kontrak futures XRPUSDT. Trading futures dengan leverage membesarkan potensi untung sekaligus potensi rugi, dan data funding rate serta open interest yang disebut di atas bisa berubah cepat mengikuti sentimen pasar. Sebaiknya pahami dulu mekanisme margin, likuidasi, dan funding rate sebelum membuka posisi leverage.

FAQ

Apakah XRP legal diperdagangkan di Indonesia?

XRP bisa diperdagangkan di Indonesia lewat exchange kripto yang terdaftar dan diawasi OJK. Pastikan platform yang dipakai punya izin resmi sebelum bertransaksi.

Berapa suplai maksimum XRP?

Suplai maksimum XRP dipatok di 100 miliar token. Per 5 November 2026, suplai beredar tercatat 63,35 miliar dan total suplai 99,99 miliar, artinya masih ada selisih besar yang belum beredar penuh.

Apa beda XRP dengan Stellar (XLM)?

Keduanya sama-sama dibangun untuk pembayaran lintas batas dan bahkan punya pendiri yang sama, Jed McCaleb. XRP Ledger lebih fokus pada kemitraan dengan institusi keuangan lewat Ripple, sementara Stellar lebih menonjolkan misi inklusi keuangan dan jaringan non-profit.

Kenapa ETF spot XRP baru disetujui di AS pada November 2025?

Menurut data CoinGecko, SEC menyetujui gelombang pertama ETF spot XRP pada November 2025 dari penerbit seperti Bitwise, Grayscale, 21Shares, Canary Capital, dan Franklin Templeton, yang kini diperdagangkan di NYSE Arca, Nasdaq, dan Cboe BZX.

Apa itu Unique Node List di XRP Ledger?

Unique Node List (UNL) adalah daftar validator tepercaya yang dipilih tiap node di jaringan XRP Ledger untuk mencapai konsensus. Transaksi dianggap final kalau minimal 80 persen validator di UNL setuju.

Apakah XRP bisa di-trading dengan leverage di Binance?

Ya, XRP punya kontrak futures XRPUSDT di Binance. Trading dengan leverage berisiko tinggi karena bisa memperbesar untung sekaligus rugi, apalagi saat funding rate dan open interest berubah cepat.

Sumber

  1. CoinGecko · XRP
  2. Website resmi XRP
  3. Whitepaper XRP
  4. Binance Futures
  • #XRP
  • #Ripple
  • #XRP Ledger
  • #crypto payments
  • #profil koin
  • #Binance Futures
BagikanWhatsAppXTelegram

Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.

Mau trade kami ikut ke akun lu?Lihat dulu akunnya jalan di dashboard demo. Daftar gratis, member aktif setelah bayar.
Daftar gratis

Baca juga

  • Apa Itu Big Time (BIGTIME)? Cara Kerja, Tokenomics, dan RisikonyaProfil Koin · 4 November 2026Apa Itu Big Time (BIGTIME)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
  • Apa Itu Aptos (APT)? Cara Kerja, Tokenomics, dan RisikonyaProfil Koin · 4 November 2026Apa Itu Aptos (APT)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
  • Apa Itu NaoX Protocol (NAORIS)? Cara Kerja, Tokenomics, dan RisikonyaProfil Koin · 3 November 2026Apa Itu NaoX Protocol (NAORIS)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
OpenTradesOpenTrades

Intelligence in Every Trade.

AI-powered trading automation, built for disciplined execution.

ProdukTentang OpenTradesAkun liveRiwayat tradeChart gratisHargaOpenTrades NewsMembershipAffiliate
AkunMasukDaftar gratisSyarat & KetentuanKebijakan PrivasiWhatsApp

Trading futures berisiko tinggi dan bisa bikin modal habis. Semua angka di sini asli dari akun yang lagi jalan, bukan janji dan bukan ajakan beli atau jual aset apa pun. Pakai uang yang siap lu risikokan.

© 2026 OpenTrades · opentrades.app · Syarat & Ketentuan · Privasi