OpenTradesOpenTrades
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
IDEN English versionMasukDaftar gratis
TentangAUMSimulasiCara ikutChartHargaNewsFAQ
Mata uang
MasukDaftar gratis
NewsProfil Koin

Apa Itu NaoX Protocol (NAORIS)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya

NaoX Protocol (NAORIS) menjual keamanan siber pasca-kuantum lewat verifikasi perangkat terdesentralisasi. Market cap-nya baru $18,43 juta per 3 November 2026.

TTim OpenTrades3 November 2026 · 10 menit baca

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan

Apa Itu NaoX Protocol (NAORIS)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
Di artikel ini
  1. Ringkasan NAORIS
  2. Masalah yang mau diselesaikan
  3. Cara kerja NaoX Protocol
  4. Fungsi token NAORIS
  5. Tokenomics NAORIS
  6. Tim, pendanaan, dan sejarah singkat
  7. Data pasar dan on-chain
  8. Kompetitor
  9. Risiko NAORIS
  10. Cara beli dan trading NAORIS di Indonesia
  11. Apa artinya buat trader

NaoX Protocol, yang di situs resminya disebut Naoris Protocol, adalah proyek infrastruktur keamanan siber berbasis blockchain yang memakai kriptografi pasca-kuantum untuk memverifikasi status keamanan perangkat secara terdesentralisasi. Tokennya, NAORIS, diperdagangkan di Binance Futures dengan pair NAORISUSDT. Per 3 November 2026, token ini punya market cap $18,43 juta dan menempati peringkat ke-883 berdasarkan kapitalisasi pasar di CoinGecko.

Proyek ini masuk kategori Infrastructure, Smart Contract Platform, BNB Chain Ecosystem, Ethereum Ecosystem, Layer 0, dan Binance Alpha Spotlight menurut klasifikasi CoinGecko. Fokus utamanya bukan DeFi atau gaming, melainkan keamanan siber tingkat enterprise dan pemerintahan yang dirancang tahan terhadap ancaman komputer kuantum di masa depan.

Ringkasan NAORIS

Per 3 November 2026.

FaktaDetail
NamaNaoX Protocol (dikenal juga sebagai Naoris Protocol)
TickerNAORIS
KategoriInfrastructure, Smart Contract Platform, BNB Chain Ecosystem, Ethereum Ecosystem, Layer 0, Binance Alpha Spotlight
JaringanBNB Chain dan Ethereum
Tahun rilis/genesisBelum diungkap
Peringkat market cap#883
Harga$0,03074 (CoinGecko), $0,03091 (Binance Futures)
Market cap$18,43 juta
Suplai beredar599,26 juta NAORIS
Suplai maksimum4,00 miliar NAORIS
Kontrak Binance FuturesNAORISUSDT

Masalah yang mau diselesaikan

Model keamanan siber konvensional umumnya mengandalkan otoritas tunggal atau perimeter tertutup, seperti firewall dan sistem terpusat yang memantau satu titik masuk. Masalahnya, model ini rapuh kalau satu titik itu dibobol, dan sering tidak bisa memverifikasi status keamanan jutaan perangkat secara real-time di jaringan besar seperti perusahaan multinasional, kota pintar, atau infrastruktur kritis.

Masalah kedua yang disorot Naoris Protocol adalah ancaman komputer kuantum. Badan standar global seperti NIST dan Gedung Putih sudah mulai mendorong migrasi ke kriptografi pasca-kuantum, karena data yang dienkripsi hari ini berpotensi dibobol begitu komputer kuantum cukup kuat, sebuah skenario yang di industri disebut "harvest now, decrypt later": data dicuri sekarang, didekripsi nanti.

Naoris Protocol memposisikan diri sebagai jawaban atas dua masalah itu sekaligus, yaitu memindahkan model keamanan dari terpusat ke kolektif berbasis komunitas (community compute model), sambil membangun lapisan verifikasi yang tahan terhadap serangan kuantum.

Cara kerja NaoX Protocol

Arsitektur Naoris Quantum Protocol dibangun dari lima lapisan yang saling terhubung, menurut dokumentasi resminya. Lapisan pertama adalah Distributed Trust Cybersecurity Mesh, yang melakukan validasi berkelanjutan terhadap perangkat dan sistem di seluruh infrastruktur klien. Lapisan kedua adalah Post-Quantum Security Layer, lapisan verifikasi yang tidak bisa diubah (immutable) untuk menjaga integritas di sistem terdistribusi.

Lapisan ketiga adalah dPoSec Consensus Protocol, mekanisme konsensus yang memungkinkan node-node di jaringan saling menyepakati status keamanan secara real-time, sekaligus mendeteksi anomali secara terdistribusi. dPoSec ini mirip konsep Proof of Stake pada blockchain umum, tapi "taruhan" yang diverifikasi bukan cuma kepemilikan token, melainkan postur keamanan perangkat itu sendiri.

Lapisan keempat, Infrastructure Protection Layer, memperluas penegakan keamanan ke sistem kritis dan lingkungan operasional, misalnya untuk kota, logistik, dan utilitas. Seluruh tumpukan ini dirancang untuk dipasang di bawah sistem keamanan yang sudah ada tanpa mengubah infrastruktur klien, menurut klaim di situs resminya, sehingga perusahaan tidak perlu mengganti sistem lama untuk jadi "quantum-ready".

Skema tanda tangan yang dipakai adalah Dilithium-5, salah satu algoritma tanda tangan digital pasca-kuantum. Konsep verifikasinya dibandingkan dengan Certificate Transparency, sebuah mekanisme multi-log yang dipakai industri web untuk memverifikasi sertifikat SSL, tapi di sini diterapkan untuk seluruh postur keamanan infrastruktur, bukan cuma sertifikat.

Fungsi token NAORIS

Berdasarkan sumber yang kami cek, situs resmi dan whitepaper Naoris Protocol tidak merinci secara eksplisit mekanisme utility token NAORIS, misalnya apakah token dipakai untuk staking validator, biaya verifikasi, atau governance. Yang jelas dari data yang tersedia, NAORIS adalah token native dari protokol ini, diperdagangkan di Binance Futures lewat pair NAORISUSDT, dan beredar di dua jaringan, BNB Chain dan Ethereum.

Mengingat protokol ini berbasis konsensus dPoSec yang melibatkan banyak node validator, token biasanya dipakai sebagai insentif bagi perangkat atau operator yang berpartisipasi dalam proses verifikasi keamanan kolektif. Tapi karena detail resmi soal mekanisme ini tidak ditemukan di sumber yang kami periksa, trader sebaiknya tidak berasumsi soal model utility token tanpa konfirmasi langsung dari dokumentasi resmi proyek.

Tokenomics NAORIS

Data suplai yang tersedia menunjukkan total suplai dan suplai maksimum NAORIS sama-sama 4,00 miliar token, sementara suplai yang beredar baru 599,26 juta token per 3 November 2026. Artinya, baru sekitar 15 persen dari total suplai maksimum yang sudah beredar di pasar.

Kesenjangan ini terlihat jelas dari selisih antara market cap $18,43 juta dan fully diluted valuation (FDV) $123,01 juta. FDV adalah proyeksi nilai pasar kalau seluruh 4 miliar token sudah beredar penuh, jadi gap sebesar ini menandakan masih ada potensi suplai tambahan yang signifikan masuk ke pasar di masa depan.

Soal rincian alokasi token ke tim, investor, komunitas, atau jadwal unlock, sumber yang kami cek, baik situs resmi maupun whitepaper, tidak mempublikasikan breakdown tersebut. Jadi untuk sekarang, detail tokenomics yang lebih granular belum diungkap secara terbuka di sumber yang kami periksa.

Tim, pendanaan, dan sejarah singkat

Naoris Protocol mencantumkan sejumlah advisor dan eksekutif di situs resminya, meski banyak di antaranya tidak disebutkan nama lengkapnya, hanya jabatan dan latar belakang. Nama yang disebut eksplisit adalah Wesley Clark, jenderal bintang empat purnawirawan Angkatan Darat Amerika Serikat, mantan Panglima Tertinggi Sekutu NATO di Eropa (NATO SACEUR), dan veteran Perang Vietnam yang memimpin Operation Allied Force saat Perang Kosovo.

Selain Clark, tim advisor mencakup mantan Mayor Jenderal purnawirawan yang pernah menjabat Kepala Cyber Defence Angkatan Bersenjata Norwegia, serta Brigadir Jenderal purnawirawan yang pernah menjadi Komandan Cyber Defence dan Kepala Communications and Information Systems (CIS) Angkatan Bersenjata Portugal dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang CIS, perang elektronik, dan siber.

Di sisi teknologi dan korporat, situs resmi menyebut adanya Founder, CEO, dan Chief Scientist dengan pengalaman 20 tahun lebih sebagai ethical hacker dan penasihat proyek anti-spionase siber, serta figur yang pernah menjabat CTO Network Solutions (pengelola sistem nama domain) dan Chief Scientist di IBM. Di sisi keuangan, ada eksekutif dengan pengalaman 25 tahun lebih di pasar modal, mantan CFO AlphaOcean, mantan CEO Clarksons Capital Markets, dan mantan analis riset ekuitas di Jefferies serta Lehman Brothers, bergelar MBA Finance dari University of St. Thomas, Houston.

Ada juga Co-Founder dan Chief Business Officer yang diakui EMEA Entrepreneur sebagai pengusaha paling berpengaruh asal Maroko pada 2025, dengan latar belakang pendidikan dari Regent's University, Wharton, INSEAD, Duke, serta sertifikasi dari Yale dan École Polytechnique. Situs resmi juga menyebut proyek ini sudah memenangkan beberapa penghargaan inkubator teknologi lewat kolaborasi dengan kalangan akademik dan industri global, meski tidak disebut nama penghargaan atau tahunnya secara spesifik. Soal tanggal genesis token dan detail putaran pendanaan, sumber yang kami cek tidak mengungkap angka atau tanggal pastinya.

Data pasar dan on-chain

Per data Binance Futures, harga NAORIS berada di $0,03091, turun 6,16 persen dalam 24 jam, dengan volume perdagangan 24 jam $1,3 juta di pasar futures. Di CoinGecko, harga tercatat $0,03074 dengan volume 24 jam $683.995 dan market cap $18,43 juta.

Secara tren jangka menengah, harga NAORIS turun 9,5 persen dalam 30 hari dan anjlok 40,8 persen dalam setahun terakhir menurut CoinGecko, sementara data Binance mencatat penurunan 6,1 persen dalam 30 hari dan 6,7 persen dalam 90 hari. Harga tertinggi sepanjang masa (ATH) token ini tercatat $0,16511 pada 4 Mei 2026, artinya harga saat ini sudah terkoreksi lebih dari 80 persen dari puncaknya.

Funding rate di Binance Futures tercatat 0,0096 persen per periode. Funding rate adalah biaya yang dibayarkan antar trader long dan short di kontrak perpetual futures; kalau positif, trader posisi long yang membayar ke trader short, menandakan sentimen sedikit condong ke sisi long. Open interest, yaitu total nilai kontrak futures yang masih terbuka, tercatat $4,6 juta, naik 1,3 persen dalam 30 hari, menunjukkan minat trading di instrumen derivatif ini relatif stabil meski harga spot melemah.

Yang menarik, rasio akun long di Binance Futures mencapai 76 persen, jauh lebih dominan dibanding short. Rasio long yang tinggi seperti ini biasanya menandakan mayoritas trader berharap harga naik, tapi juga membawa risiko: kalau harga justru turun, banyak posisi long berleverage bisa kena likuidasi sekaligus, yang bisa mempercepat penurunan harga lebih lanjut.

Kompetitor

ProyekFokusBeda utama dengan NAORIS
NAORIS (NaoX/Naoris Protocol)Verifikasi keamanan perangkat dan infrastruktur real-time, kriptografi pasca-kuantumKonsensus dPoSec yang melibatkan banyak node validator untuk memeriksa postur keamanan, bukan transaksi finansial
CertiK (CTK)Audit smart contract dan skoring keamanan proyek kriptoLebih fokus ke audit kode dan keamanan DeFi/Web3, bukan infrastruktur enterprise atau perangkat fisik
Forta Network (FORT)Deteksi ancaman dan anomali on-chain secara real-timeFokus pemantauan jaringan blockchain itu sendiri, bukan perangkat atau infrastruktur IT perusahaan di luar blockchain

Ketiganya sama-sama bermain di irisan antara kripto dan keamanan siber, tapi target penggunanya berbeda. NAORIS menyasar enterprise dan pemerintah yang butuh keamanan infrastruktur fisik dan digital skala besar, sementara CertiK dan Forta Network lebih melayani ekosistem kripto itu sendiri.

Risiko NAORIS

Ada beberapa risiko konkret yang perlu dipantau sebelum memutuskan terlibat dengan token ini.

  • Suplai beredar rendah dibanding suplai maksimum. Baru sekitar 15 persen dari 4 miliar token maksimum yang beredar, dengan gap besar antara market cap $18,43 juta dan FDV $123,01 juta. Tanpa jadwal unlock yang transparan di sumber publik, potensi penambahan suplai di masa depan jadi faktor yang sulit diprediksi trader.
  • Likuiditas dan kapitalisasi pasar kecil. Peringkat #883 dengan market cap $18,43 juta menempatkan NAORIS di kategori token berkapitalisasi sangat kecil, yang rentan terhadap pergerakan harga tajam dari transaksi bervolume relatif kecil.
  • Posisi long yang dominan di futures. Rasio 76 persen akun long di Binance Futures menandakan risiko likuidasi berantai kalau harga bergerak melawan ekspektasi mayoritas.
  • Tren harga jangka menengah-panjang masih melemah. Harga turun 40,8 persen dalam setahun dan sudah terkoreksi lebih dari 80 persen dari ATH $0,16511 pada Mei 2026.
  • Transparansi tim yang terbatas. Sebagian besar figur yang disebut di situs resmi tidak mencantumkan nama lengkap, hanya jabatan dan latar belakang, kecuali Wesley Clark. Ini bikin verifikasi independen soal siapa yang sebenarnya menjalankan proyek jadi lebih sulit.
  • Ketergantungan pada adopsi enterprise dan pemerintah. Model bisnis proyek ini bergantung pada klien besar seperti korporasi dan instansi pemerintah mengadopsi infrastruktur keamanan pasca-kuantum mereka, sebuah proses yang biasanya panjang dan tidak instan.
  • Risiko regulasi umum aset kripto. Seperti aset kripto lain, NAORIS tetap terpapar risiko perubahan kebijakan regulasi di berbagai yurisdiksi, termasuk Indonesia.

Cara beli dan trading NAORIS di Indonesia

NAORIS tersedia untuk trading di Binance Futures lewat pair NAORISUSDT. Di Indonesia, perdagangan aset kripto termasuk token seperti NAORIS berada di bawah pengawasan OJK, jadi sebaiknya transaksi dilakukan lewat exchange yang sudah terdaftar resmi, bukan platform ilegal yang tidak diawasi.

Kalau memilih trading di pasar futures, penting diingat bahwa instrumen ini memakai leverage, yang bisa memperbesar untung sekaligus rugi secara signifikan. Dengan rasio long yang sudah dominan di 76 persen dan likuiditas yang masih tipis untuk token berkapitalisasi kecil seperti ini, volatilitas harga NAORIS berpotensi lebih tajam dibanding aset kripto besar seperti BTC atau ETH. Trader yang tertarik sebaiknya memeriksa ulang data harga, funding rate, dan open interest terbaru langsung dari exchange sebelum mengambil keputusan.

Apa artinya buat trader

Beberapa hal yang bisa dipantau trader terkait NAORIS ke depan:

  • Level ATH $0,16511 (4 Mei 2026) sebagai acuan seberapa jauh harga sudah terkoreksi dari puncaknya.
  • Rasio long 76 persen di Binance Futures sebagai indikator risiko likuidasi sepihak kalau sentimen berbalik.
  • Open interest $4,6 juta yang naik 1,3 persen dalam 30 hari, menandakan minat trading di instrumen derivatif masih ada meski harga spot melemah.
  • Gap suplai beredar 599,26 juta vs suplai maksimum 4 miliar, karena potensi penambahan suplai di masa depan bisa jadi faktor tekanan harga kalau tidak diimbangi permintaan baru.
  • Perkembangan adopsi enterprise/pemerintah lewat kanal resmi seperti akun X @NaorisProtocol atau situs resminya, karena model bisnis proyek bergantung pada klien institusional besar.

Sumber

  1. CoinGecko · NaoX Protocol
  2. Website resmi NaoX Protocol
  3. Whitepaper NaoX Protocol
  4. Binance Futures
  • #NAORIS
  • #kripto
  • #cybersecurity
  • #post-quantum
  • #BNB Chain
  • #Binance Futures
BagikanWhatsAppXTelegram

Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.

Mau trade kami ikut ke akun lu?Lihat dulu akunnya jalan di dashboard demo. Daftar gratis, member aktif setelah bayar.
Daftar gratis

Baca juga

  • Apa Itu COTI (COTI)? Cara Kerja, Tokenomics, dan RisikonyaProfil Koin · 3 November 2026Apa Itu COTI (COTI)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
  • Apa Itu Citrea (CTR)? Cara Kerja, Tokenomics, dan RisikonyaProfil Koin · 3 November 2026Apa Itu Citrea (CTR)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
  • Apa Itu Fartcoin (FARTCOIN)? Cara Kerja, Tokenomics, dan RisikonyaProfil Koin · 2 November 2026Apa Itu Fartcoin (FARTCOIN)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
OpenTradesOpenTrades

Intelligence in Every Trade.

AI-powered trading automation, built for disciplined execution.

ProdukTentang OpenTradesAkun liveRiwayat tradeChart gratisHargaOpenTrades NewsMembershipAffiliate
AkunMasukDaftar gratisSyarat & KetentuanKebijakan PrivasiWhatsApp

Trading futures berisiko tinggi dan bisa bikin modal habis. Semua angka di sini asli dari akun yang lagi jalan, bukan janji dan bukan ajakan beli atau jual aset apa pun. Pakai uang yang siap lu risikokan.

© 2026 OpenTrades · opentrades.app · Syarat & Ketentuan · Privasi