Rekap Kripto 23 Oktober: BTC Turun 2,42% ke $81.364, BTR Melonjak 58,72%
Bitcoin dan mayoritas koin besar memerah hari ini, sementara BTR, MAGMA, dan AKE jadi jawara kenaikan. Funding rate GTC dan ALT ekstrem negatif.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
Bitcoin diperdagangkan di $81.364,5 per Kamis pagi WIB, turun 2,42% dalam 24 jam dengan volume transaksi $13,544 miliar di Binance Futures. Penurunan ini menyeret hampir semua koin besar: Ethereum turun 2,31% ke $2.394,3, Solana turun 1,96% ke $104,13, BNB turun 1,43% ke $734,56, dan XRP turun paling dalam di antara lima besar dengan 2,80% ke $1,3134.
Data ini diambil dari API publik Binance USDT-M Futures pada 23 Oktober 2026 pukul 09.10 WIB, diolah oleh tim Queenby.
Bitcoin dan Altcoin Besar Kompak Memerah
Semua lima koin dengan kapitalisasi terbesar yang dipantau kompak merah dalam 24 jam terakhir. XRP jadi yang paling tertekan dengan penurunan 2,80%, disusul Bitcoin 2,42% dan Ethereum 2,31%. BNB relatif paling tahan banting dengan penurunan 1,43%, meski tetap searah dengan tren turun pasar secara umum.
Volume transaksi Bitcoin tetap tinggi di $13,544 miliar, menandakan aktivitas jual beli yang ramai meski harga melemah. Ini beda dengan penurunan harga yang terjadi dengan volume tipis, yang biasanya dianggap kurang meyakinkan arahnya.
BTR, MAGMA, dan AKE Jadi Jawara Kenaikan
Di tengah pasar yang mayoritas merah, beberapa token kecil justru melesat. BTR naik paling tinggi dengan 58,72% dan volume $109 juta. Di belakangnya ada MAGMA yang melonjak 49,91% dengan volume jauh lebih besar, $514 juta, menandakan kenaikannya didukung aktivitas trading yang ramai.
AKE naik 43,04% dengan volume $164 juta, AGT naik 36,51% dengan volume $121 juta, dan GTC melengkapi daftar lima besar dengan kenaikan 19,53% serta volume $103 juta. Kelimanya menunjukkan pola klasik token kecil yang bergerak liar saat pasar utama sedang lesu, volatilitasnya jauh lebih tinggi dibanding Bitcoin atau Ethereum.
ALT Ambruk 39,57%, Daftar Token yang Paling Babak Belur
Di sisi berlawanan, ALT jadi token dengan penurunan terdalam, anjlok 39,57% dengan volume $130 juta. Penurunan ALT jauh lebih ekstrem dibanding token lain di daftar yang sama: IOST turun 15,28%, DOOD turun 15,05%, LIT turun 9,56%, dan PUMP turun 9,13%.
Semua token di daftar ini punya volume di atas $50 juta, jadi penurunannya bukan sekadar noise dari koin yang sepi transaksi, melainkan hasil dari tekanan jual yang cukup nyata.
Funding Rate: Sinyal dari GTC dan ALT yang Patut Diperhatikan
Funding rate adalah pembayaran berkala, biasanya setiap delapan jam, antara trader yang pasang posisi long dan short di kontrak perpetual futures. Fungsinya menjaga harga futures tetap dekat dengan harga spot. Kalau funding positif, trader long yang membayar short, pertanda posisi long lebih dominan di pasar. Kalau negatif, sebaliknya, short yang membayar long.
Hari ini funding paling positif ada di AGT dengan 0,0471%, diikuti BTR 0,0203% dan MAGMA 0,0152%. Angka ini sejalan dengan kenaikan harga ketiganya, wajar karena banyak trader pasang long mengejar momentum naik.
Yang lebih menarik perhatian adalah funding paling negatif: GTC di -0,8129%, jauh lebih ekstrem dari ALT di -0,5981% dan PHA di -0,0576%. Funding sangat negatif di ALT masih masuk akal karena harganya ambruk 39,57%, biasanya short memang membanjiri pasar setelah crash besar. Tapi funding GTC yang sangat negatif justru terjadi bersamaan dengan harga yang naik 19,53%. Kombinasi ini biasa muncul saat short squeeze sedang berlangsung, di mana trader yang pasang short terjebak rugi dan terpaksa menutup posisi dengan membeli, yang ironisnya malah mendorong harga naik lebih jauh.
Apa Kata Open Interest dan Rasio Long/Short soal Bitcoin dan Ethereum
Open interest adalah total nilai kontrak futures yang masih terbuka, belum ditutup oleh trader. Angka ini menunjukkan seberapa banyak uang baru yang mengalir ke pasar derivatif untuk koin tertentu.
Open interest Bitcoin tercatat $7,81 miliar, naik 0,6% dalam tujuh hari terakhir. Ethereum sedikit lebih agresif pertumbuhannya, open interest-nya $5,57 miliar, naik 1,0% dalam periode yang sama. Kenaikan open interest di tengah harga yang justru turun bisa berarti ada penambahan posisi baru, baik long maupun short, yang belum tentu searah dengan pergerakan harga saat ini.
Data akun menunjukkan pola yang menarik. Untuk Bitcoin, 68% akun di Binance Futures memegang posisi long, dengan rasio long terhadap short 2,15. Untuk Ethereum, proporsinya lebih condong lagi, 78% akun pasang long dengan rasio 3,53. Ini artinya mayoritas trader ritel yang memakai data akun ini masih optimistis dan memegang posisi long, meski harga kedua aset ini sama-sama turun dalam 24 jam terakhir.
Taker Buy/Sell: Pembeli atau Penjual yang Lebih Agresif?
Taker buy/sell ratio mengukur perbandingan volume order yang dieksekusi secara agresif, langsung menyambar harga yang tersedia di order book, antara pembeli dan penjual. Angka di atas 1 berarti pembeli lebih agresif, di bawah 1 berarti penjual yang lebih dominan.
Kemarin, taker buy/sell Bitcoin tercatat 0,91, dan Ethereum 0,95. Keduanya di bawah 1, menandakan penjual lebih aktif mengeksekusi order dibanding pembeli. Ini sejalan dengan harga kedua aset yang melemah dalam 24 jam terakhir.
Ada kontras yang terlihat antara data akun dan data taker. Mayoritas akun di Bitcoin dan Ethereum masih memegang posisi long, tapi aliran transaksi agresif justru didominasi penjual. Kombinasi semacam ini kadang jadi bahan pertimbangan trader yang memantau risiko likuidasi long kalau harga terus tertekan ke bawah.
Apa artinya buat trader
Beberapa hal konkret yang bisa dipantau dari data hari ini:
- Level harga Bitcoin di sekitar $81.364 jadi acuan jangka pendek, dengan taker buy/sell 0,91 menunjukkan tekanan jual masih berjalan di level ini.
- Rasio long Bitcoin 68% dan Ethereum 78% berarti ada konsentrasi posisi long yang besar. Kalau harga terus turun, potensi likuidasi long jadi risiko yang pantas dipantau, terutama di Ethereum dengan rasio long/short 3,53.
- Funding GTC yang sangat negatif di -0,8129% di tengah harga naik 19,53% layak diawasi untuk melihat apakah pola short squeeze berlanjut atau justru berbalik begitu funding kembali normal.
- Token dengan volume tinggi tapi pergerakan ekstrem seperti MAGMA (volume $514 juta, naik 49,91%) dan ALT (volume $130 juta, turun 39,57%) menunjukkan volatilitas tinggi yang berisiko buat posisi leverage besar.
- Open interest Bitcoin dan Ethereum yang naik di tengah harga turun berarti ada tambahan posisi baru masuk pasar, pergerakan berikutnya bisa lebih tajam begitu salah satu sisi mulai dilikuidasi massal.
Sumber
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.