Apa Itu Infinity Ground (AIN)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
Infinity Ground (AIN) adalah proyek AI di BNB Smart Chain untuk membangun DApp lewat bahasa natural. Harganya naik 598,6% dalam sebulan per 30 Oktober 2026.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
Infinity Ground adalah proyek infrastruktur blockchain berbasis AI yang berjalan di BNB Smart Chain. Produk utamanya bernama Agentic IDE, platform yang memungkinkan siapa saja membuat dan memiliki aplikasi terdesentralisasi (DApp) hanya dengan mengetik perintah dalam bahasa natural, tanpa perlu menulis kode satu baris pun. Token asli proyek ini, AIN, sudah punya kontrak futures di Binance dengan pair AINUSDT.
Ringkasan AIN
Per 30 Oktober 2026:
| Fakta | Detail |
|---|---|
| Nama | Infinity Ground |
| Ticker | AIN |
| Kategori | Artificial Intelligence (AI), BNB Chain Ecosystem, Binance Alpha Spotlight, AI Framework |
| Jaringan | BNB Smart Chain |
| Tahun rilis/genesis | Belum diungkap (whitepaper terakhir diperbarui 28 Juli 2025) |
| Peringkat market cap | #641 |
| Harga | $0,16892 |
| Market cap | $31,29 juta |
| FDV (fully diluted valuation) | $168,84 juta |
| Suplai beredar | 185,30 juta AIN |
| Suplai maksimum | 1,00 miliar AIN |
| Kontrak Binance Futures | AINUSDT |
Masalah yang mau diselesaikan
Menurut deskripsi resmi proyek, Infinity Ground ingin mengubah cara orang membangun software. Selama ini, membuat DApp butuh kemampuan coding, waktu, dan sumber daya teknis yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Infinity Ground menyebut dirinya sebagai blockchain untuk "Vibe Coder", istilah yang mereka pakai untuk siapa pun yang ingin membangun software cukup dengan mendeskripsikan apa yang mereka inginkan, lalu dikerjakan oleh agen AI.
Visi proyek, sebagaimana tertulis di deskripsi resmi, adalah masa depan di mana software tidak lagi ditulis baris demi baris, melainkan dibuat bersama agen AI dalam lingkungan yang sepenuhnya terdesentralisasi dan tahan sensor. Target ini menyasar dua masalah sekaligus: tingginya hambatan teknis untuk membangun DApp, dan ketergantungan developer pada platform terpusat yang bisa membatasi atau menyensor aplikasi mereka.
Cara kerja Infinity Ground
Produk inti Infinity Ground saat ini adalah Agentic IDE, yang digambarkan sebagai IDE terdesentralisasi pertama yang digerakkan oleh agen AI. Alurnya sederhana menurut deskripsi resmi: pengguna menjelaskan apa yang ingin mereka bangun dalam bahasa natural, lalu sistem menghasilkan DApp yang berfungsi penuh tanpa butuh pengetahuan coding sama sekali.
IDE ini mendukung deployment instan, punya perpustakaan template yang bisa disesuaikan dan terus bertambah, serta terintegrasi dengan AI App Store milik Infinity Ground untuk publikasi dan monetisasi aplikasi yang sudah dibuat. Dengan kata lain, alurnya dari ide menjadi DApp jadi, lalu dipublikasikan dan berpotensi menghasilkan pendapatan, semua dalam satu ekosistem.
Selain Agentic IDE dan AI App Store, dokumentasi resmi proyek (whitepaper di gitbook) menyebut komponen ketiga bernama ING Network. Whitepaper juga memuat bagian berjudul "ING Protocol Techstack Overview" yang membahas arsitektur onchain, optimasi alur kerja AI di dalam IDE, dan konsep yang mereka sebut sebagai era baru sinergi manusia-AI. Detail teknis di balik judul-judul bagian ini, seperti mekanisme konsensus atau cara agen AI berinteraksi di level protokol, tidak tersedia dalam ringkasan data yang kami periksa, sehingga belum bisa kami jelaskan lebih jauh di sini.
Fungsi token AIN
Whitepaper Infinity Ground punya bagian khusus berjudul "Multifunctional [AIN] Token Utility", yang mengindikasikan token AIN dirancang punya lebih dari satu fungsi di dalam ekosistem. Namun, daftar rinci use-case tersebut, misalnya apakah dipakai untuk biaya gas, staking, governance, atau pembayaran di AI App Store, tidak tercantum dalam ringkasan dokumentasi yang kami akses.
Dari deskripsi produk, ada petunjuk bahwa AIN kemungkinan dipakai sebagai alat transaksi di dalam ekosistem, misalnya untuk deployment DApp lewat Agentic IDE atau transaksi publikasi dan monetisasi di AI App Store. Ini masih berupa dugaan berdasarkan konteks produk, bukan konfirmasi langsung dari isi lengkap whitepaper. Pembaca yang ingin kepastian soal mekanisme token sebaiknya membaca whitepaper lengkap di gitbook resmi proyek sebelum mengambil keputusan.
Tokenomics AIN
Dari sisi suplai, fakta yang bisa dipastikan: total suplai dan suplai maksimum AIN sama-sama 1,00 miliar token, dengan suplai yang sudah beredar sekitar 185,30 juta token, atau sekitar 18,5% dari total suplai, per 30 Oktober 2026. Karena total suplai sama dengan suplai maksimum, secara teori tidak ada mekanisme pencetakan token baru di atas 1 miliar, meski whitepaper juga punya bagian berjudul "Deflationary Mechanisms & Long-Term Incentives" yang mengindikasikan ada skema pembakaran token atau insentif jangka panjang.
Selisih antara market cap ($31,29 juta) dan FDV ($168,84 juta) cukup besar, sekitar 5,4 kali lipat. Ini berarti sekitar 81,5% dari total suplai token belum beredar di pasar. Whitepaper punya bagian berjudul "Optimized [AIN] Token Allocation" yang semestinya menjelaskan pembagian token ke tim, investor, komunitas, dan sebagainya, tapi angka-angka alokasi spesifik serta jadwal unlock-nya tidak ada dalam data yang kami periksa. Karena itu, kami tidak bisa memastikan berapa persen token dipegang tim, investor awal, atau treasury, dan kapan token-token tersebut akan masuk ke pasar.
Terus terang, ini celah informasi yang penting bagi calon pemegang AIN. Gap besar antara market cap dan FDV, dikombinasikan dengan ketidakjelasan jadwal unlock, wajar dicermati sebelum memutuskan memegang token dalam jangka panjang.
Tim, pendanaan, dan sejarah singkat
Data yang kami periksa tidak mencantumkan nama pendiri, anggota tim inti, maupun daftar investor atau putaran pendanaan Infinity Ground. Tanggal genesis token AIN juga belum diungkap di sumber yang kami akses. Satu-satunya penanda waktu yang pasti adalah whitepaper resmi proyek, yang menurut keterangan di gitbook terakhir diperbarui pada 28 Juli 2025, dengan catatan bahwa dokumen tersebut bisa direvisi sewaktu-waktu.
Proyek ini masuk kategori Binance Alpha Spotlight menurut data CoinGecko, yang biasanya menandakan token tersebut pernah mendapat perhatian khusus di program Binance Alpha sebelum atau bersamaan dengan listing di Binance Futures. Infinity Ground juga punya akun X resmi dengan handle @infinityg_ai untuk komunikasi ke komunitas.
Data pasar dan on-chain
Per 30 Oktober 2026, harga AIN di pasar spot menurut CoinGecko berada di $0,16892, dengan market cap $31,29 juta dan volume perdagangan 24 jam $11,05 juta. Harga tertinggi sepanjang masa (all-time high) tercatat $0,20504 pada 15 September 2026, yang berarti harga saat ini sekitar 17,6% di bawah level tertinggi tersebut.
Dalam 30 hari terakhir, harga AIN melonjak 598,6%, sementara dalam setahun terakhir kenaikannya 30,4%. Lonjakan 30 hari ini cukup ekstrem untuk token dengan peringkat market cap #641, dan biasanya menandakan ada gelombang minat spekulatif baru, meski sumber yang kami periksa tidak merinci katalis spesifik di balik kenaikan ini.
Di sisi futures Binance, kontrak AINUSDT diperdagangkan di harga $0,16893 dengan kenaikan 24 jam sebesar 20,97% dan volume 24 jam $131,4 juta, jauh lebih besar dari volume spot. Funding rate terakhir tercatat 0,0828% per periode. Funding rate adalah biaya periodik yang dibayarkan antara trader long dan short di pasar futures perpetual; angka positif berarti trader posisi long membayar trader posisi short, yang biasanya menandakan sentimen pasar condong bullish meski ada biaya untuk mempertahankan posisi long.
Open interest (OI), yaitu total nilai kontrak futures yang masih terbuka dan belum ditutup, tercatat $45,8 juta, naik 679,1% dalam 30 hari terakhir. Lonjakan OI sebesar ini menunjukkan makin banyak trader membuka posisi baru di AINUSDT, konsisten dengan kenaikan harga futures 611,4% dalam 30 hari dan 130,9% dalam 90 hari.
Yang menarik, rasio akun long di Binance Futures hanya 28%, berarti sekitar 72% akun yang trading AINUSDT berposisi short. Kombinasi harga yang terus naik tajam sementara mayoritas akun berposisi short bisa dibaca dua arah: posisi short banyak yang rugi dan berpotensi kena likuidasi paksa jika harga terus naik (short squeeze), atau sebagian kecil akun dengan posisi long bernilai besar yang lebih dominan menggerakkan harga dibanding jumlah akun. Funding rate positif dan rasio long/short yang timpang sama-sama menunjukkan pasar AINUSDT saat ini didominasi aktivitas trading berleverage yang cukup agresif.
Kompetitor
| Proyek | Fokus utama | Beda dengan Infinity Ground |
|---|---|---|
| ChainGPT (CGPT) | Rangkaian alat berbasis AI untuk pengembang blockchain, termasuk generator smart contract tanpa kode | Lebih fokus ke tools AI terpisah untuk developer blockchain, bukan satu IDE agentic terpadu seperti Infinity Ground |
| Fetch.ai (bagian dari ASI Alliance) | Jaringan agen AI otonom yang bisa saling bertransaksi dan menjalankan tugas secara mandiri | Fokus pada agen AI yang beroperasi otonom di dunia nyata dan onchain, bukan pada pembuatan DApp lewat bahasa natural |
| Bittensor (TAO) | Jaringan terdesentralisasi untuk melatih dan berbagi model machine learning antar node | Fokus pada infrastruktur komputasi dan pelatihan model AI, bukan pada platform pembuatan aplikasi untuk pengguna akhir |
Ketiganya sama-sama masuk kategori token AI, tapi produk inti mereka berbeda dari Infinity Ground yang menyasar "Vibe Coder", yaitu orang yang ingin membangun aplikasi lewat deskripsi bahasa natural tanpa menulis kode.
Risiko AIN
Beberapa risiko yang bisa diidentifikasi dari data yang tersedia:
- Suplai beredar masih kecil. Hanya sekitar 18,5% dari total suplai 1 miliar token yang sudah beredar. Gap besar antara market cap $31,29 juta dan FDV $168,84 juta berarti ada potensi tekanan jual ke depan kalau sisa token mulai di-unlock, meski jadwal pastinya tidak kami temukan di sumber yang tersedia.
- Transparansi tim dan alokasi token terbatas. Data yang kami periksa tidak mencantumkan nama tim inti, investor, maupun rincian alokasi token meski whitepaper punya bagian khusus untuk itu. Ketiadaan informasi ini membuat calon pemegang token sulit menilai potensi konsentrasi kepemilikan di tangan tim atau investor awal.
- Likuiditas relatif kecil. Dengan peringkat market cap #641 dan market cap $31,29 juta, AIN termasuk token kapitalisasi kecil yang harganya bisa bergerak tajam hanya dengan transaksi bervolume sedang.
- Volatilitas dan leverage tinggi di futures. Open interest AINUSDT melonjak 679,1% dalam 30 hari dan funding rate berfluktuasi, sementara 72% akun berposisi short. Kombinasi ini menandakan pasar futures AIN saat ini ramai posisi berleverage yang rentan terhadap pergerakan harga tajam ke dua arah.
- Kenaikan harga yang sangat cepat dalam waktu singkat. Harga AIN naik 598,6% dalam 30 hari terakhir. Pola kenaikan setajam ini secara historis di pasar kripto sering diikuti koreksi yang juga tajam, meski tidak ada yang bisa memastikan arah pergerakan selanjutnya.
- Risiko regulasi umum. Seperti aset kripto lain, status hukum dan pengawasan AIN bisa berubah mengikuti kebijakan regulator di masing-masing negara, termasuk di Indonesia.
Cara beli dan trading AIN di Indonesia
Di Binance, AIN punya kontrak futures dengan pair AINUSDT yang tercantum dalam data per 30 Oktober 2026. Trader di Indonesia yang ingin mengakses pasar kripto, termasuk AIN, disarankan menggunakan platform exchange yang terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan), yang mengambil alih pengawasan aset kripto dari Bappebti.
Untuk trading di pasar futures seperti AINUSDT, penting diingat bahwa posisi memakai leverage, yang bisa memperbesar keuntungan sekaligus kerugian secara proporsional terhadap modal. Dengan funding rate yang berfluktuasi dan open interest yang melonjak signifikan dalam sebulan terakhir, risiko likuidasi paksa di kedua arah, baik posisi long maupun short, perlu diperhitungkan sebelum membuka posisi.
Apa artinya buat trader
Beberapa hal yang bisa dipantau terkait AIN ke depan:
- Level harga terdekat yang relevan dipantau adalah ATH $0,20504 (15 September 2026) sebagai referensi resistance historis, dan area harga saat ini di $0,16892-$0,16893 sebagai acuan posisi pasar terkini.
- Perkembangan open interest AINUSDT, yang sudah naik 679,1% dalam 30 hari ke $45,8 juta, perlu dipantau karena lonjakan OI yang terlalu cepat sering diikuti volatilitas tinggi saat terjadi likuidasi massal di salah satu sisi.
- Rasio akun long-short yang timpang (28% long berbanding 72% short) layak diperhatikan karena berpotensi memicu short squeeze jika harga terus naik, atau sebaliknya jika sentimen berbalik.
- Funding rate AINUSDT sebaiknya dipantau berkala karena memengaruhi biaya menahan posisi, terutama bagi trader yang menahan posisi long dalam waktu lama.
- Informasi soal alokasi token dan jadwal unlock yang belum terungkap di data publik sebaiknya terus dicari dari sumber resmi proyek, karena ini berpotensi memengaruhi suplai yang beredar ke depan.
FAQ
Apa itu Infinity Ground (AIN)?
Infinity Ground adalah proyek infrastruktur blockchain berbasis AI di jaringan BNB Smart Chain yang membangun Agentic IDE, platform tempat pengguna bisa membuat DApp lewat perintah bahasa natural tanpa menulis kode, dibantu agen AI.
Berapa suplai maksimum token AIN?
Suplai maksimum dan total suplai AIN sama-sama 1 miliar token, dengan suplai yang beredar saat ini sekitar 185,30 juta token atau sekitar 18,5% dari total suplai, per 30 Oktober 2026.
Apakah AIN legal diperdagangkan di Indonesia?
Aset kripto termasuk AIN bisa diperdagangkan di Indonesia lewat exchange yang terdaftar dan diawasi OJK (sebelumnya Bappebti). Pastikan memakai platform berizin dan paham bahwa harga token kecil seperti AIN cenderung sangat fluktuatif.
Kenapa harga AIN naik tajam dalam sebulan terakhir?
Berdasarkan data CoinGecko, harga AIN naik 598,6% dalam 30 hari terakhir per 30 Oktober 2026. Sumber yang kami periksa tidak merinci katalis spesifik di balik lonjakan ini, jadi kenaikan tersebut perlu dibaca sebagai fakta pasar, bukan jaminan tren berlanjut.
Apa beda AIN dengan token AI lain seperti Fetch.ai atau Bittensor?
Infinity Ground fokus pada pembuatan DApp lewat IDE berbasis AI dengan bahasa natural, sementara Fetch.ai berfokus pada agen AI otonom untuk otomasi tugas dan Bittensor membangun jaringan terdesentralisasi untuk berbagi model machine learning. Ketiganya sama-sama masuk kategori AI, tapi produk intinya berbeda.
Di mana AIN bisa ditradingkan dengan leverage?
AIN punya kontrak futures di Binance dengan pair AINUSDT. Trading futures memakai leverage sehingga risiko kerugian bisa lebih besar dari modal awal, jadi perlu manajemen risiko yang ketat.
Sumber
- CoinGecko · Infinity Ground
- Whitepaper Infinity Ground
- Binance Futures
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.