Apa Itu GMX (GMX)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
GMX adalah token perpetual DEX yang diperdagangkan $8,51 dengan market cap $90,99 juta. Simak cara kerja, tokenomics, dan risikonya.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
GMX adalah token asli dari protokol GMX, sebuah bursa perpetual terdesentralisasi (perpetual DEX) yang memungkinkan trading dengan leverage sampai 100x langsung dari dompet self-custody. Platform ini awalnya berjalan di jaringan Arbitrum dan Avalanche. Menurut situs resminya, GMX kini juga hadir di Solana dan MegaETH, dengan opsi setor dana dari Ethereum, Base, dan BNB Chain lewat fitur yang disebut GMX Account.
Per 25 Oktober 2026, token GMX diperdagangkan di kisaran $8,51 dengan kapitalisasi pasar $90,99 juta. Angka itu menempatkan GMX di peringkat #292 berdasarkan data CoinGecko.
Ringkasan GMX
Data per 25 Oktober 2026:
| Fakta | Detail |
|---|---|
| Nama | GMX |
| Ticker | GMX |
| Kategori | DeFi, Derivatives, Perpetuals, Avalanche Ecosystem, Arbitrum Ecosystem |
| Jaringan | Arbitrum, Avalanche (menurut CoinGecko); situs resmi juga menyebut Solana dan MegaETH, plus akses setor dari Ethereum, Base, dan BNB Chain |
| Tahun rilis/genesis | belum diungkap |
| Peringkat market cap | #292 |
| Harga | $8,51 |
| Market cap | $90,99 juta |
| Suplai beredar | 10,69 juta GMX |
| Suplai maksimum | 13,25 juta GMX |
| Kontrak Binance Futures | GMXUSDT |
Masalah yang mau diselesaikan
Trading perpetual futures biasanya butuh buku order (order book) dengan penjual dan pembeli yang saling cocok, atau bergantung pada market maker terpusat. Model ini kadang bikin slippage besar untuk aset yang kurang likuid, dan trader harus mempercayakan dana ke platform terpusat.
GMX menawarkan pendekatan berbeda. Trader membuka posisi leverage melawan pool likuiditas bersama, bukan melawan trader lain secara langsung. Menurut situs resminya, mekanisme ini dirancang untuk memberi eksekusi dengan price impact rendah, meski aset yang diperdagangkan tergolong tipis volumenya. Selain itu, GMX membuka akses ke lebih dari 100 pasar, bukan cuma kripto, tapi juga logam seperti emas (XAU) dan perak (XAG), energi (WTI, Brent, gas alam), dan saham AS seperti SPY dan QQQ, semuanya bisa diperdagangkan 24/7 dari dompet sendiri tanpa perantara bank atau broker tradisional.
Cara kerja GMX
Likuiditas di GMX disediakan lewat dua jenis wadah: GM pools yang sifatnya terisolasi per pasar, dan GLV vaults yang menggabungkan beberapa GM pools agar modal dipakai lebih efisien. Siapa pun bisa menyetor dana ke pool ini sebagai liquidity provider (LP), dan sebagai imbalannya mereka mendapat bagian dari fee trading, swap, dan bunga pinjaman (borrowing fee) yang dibayar trader berleverage.
Saat seorang trader membuka posisi long atau short dengan leverage, posisi itu pada dasarnya meminjam likuiditas dari pool tersebut, dengan harga eksekusi mengacu pada data oracle, bukan dari order book biasa. Kalau posisi untung, keuntungan diambil dari pool. Kalau rugi, dana trader yang berkurang akan menambah nilai pool bagi LP.
Fitur GMX Account yang disebut di situs resminya memungkinkan trader menyetor dana dari Ethereum, Base, atau BNB Chain tanpa harus melakukan bridging manual ke Arbitrum, Avalanche, Solana, atau MegaETH, tempat GMX sebenarnya berjalan. Ini memudahkan trader yang dananya sudah ada di chain populer tapi malas pindah-pindah jaringan secara manual.
Fungsi token GMX
Berdasarkan materi resmi yang kami cek, GMX diposisikan sebagai token utilitas dan governance dari ekosistem protokol GMX, dengan LP yang menyetor ke GM dan GLV pools mendapat fee dari aktivitas trading, swap, dan borrowing di platform. Namun, detail teknis seperti pembagian persentase fee ke staker GMX, mekanisme reward tambahan, atau hak voting spesifik tidak dijelaskan rinci di sumber data yang kami gunakan untuk artikel ini. Trader yang ingin tahu detail staking dan governance sebaiknya mengecek dokumentasi resmi GMX secara langsung sebelum mengambil keputusan.
Tokenomics GMX
Berdasarkan data CoinGecko, suplai beredar GMX saat ini 10,69 juta token, sama persis dengan total suplai yang sudah dicetak. Suplai maksimumnya dipatok di 13,25 juta token, artinya masih ada ruang penambahan sekitar 2,56 juta token, atau naik sekitar 24% dari suplai beredar saat ini kalau seluruh sisa suplai itu akhirnya beredar.
Soal alokasi token ke tim, investor, treasury, komunitas, maupun jadwal unlock token yang belum beredar, sumber yang kami cek tidak memuat rinciannya. Kami tidak akan mengarang angka alokasi, jadi trader yang butuh detail ini perlu menelusuri dokumentasi tokenomics resmi GMX atau laporan treasury terbaru dari tim proyek.
Tim, pendanaan, dan sejarah singkat
Sumber yang kami cek tidak mencantumkan nama pendiri, lokasi tim, maupun detail putaran pendanaan GMX. Satu petunjuk sejarah yang tersedia adalah repositori kode di GitHub dengan nama gambit-contracts di akun pengembang xvi10, yang namanya mengindikasikan protokol GMX berakar dari proyek sebelumnya bernama Gambit sebelum berkembang jadi platform perpetual DEX multichain seperti sekarang. Tanggal genesis token GMX juga belum diungkap di data yang kami pakai.
Data pasar dan on-chain
Di CoinGecko, harga GMX tercatat $8,51 dengan kapitalisasi pasar $90,99 juta dan volume perdagangan 24 jam $5,38 juta. Fully diluted valuation (FDV), yaitu perkiraan kapitalisasi kalau seluruh suplai yang pernah dicetak sudah beredar, juga tercatat $90,99 juta karena suplai beredar sama dengan total suplai saat ini. Harga tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) GMX ada di $91,07, dicetak pada 18 April 2023. Artinya harga sekarang sekitar 90,7% di bawah level ATH tersebut. Dalam 30 hari terakhir harga naik 6,1%, tapi dalam setahun terakhir masih turun 19,5%.
Di Binance Futures, kontrak GMXUSDT diperdagangkan di $8,5390, naik 1,74% dalam 24 jam, dengan volume 24 jam $3,7 juta. Ada selisih kecil dengan data CoinGecko karena perbedaan waktu pengambilan data dan sumber harga. Perubahan harga versi Binance tercatat naik 3,7% dalam 30 hari dan naik 22,9% dalam 90 hari.
Funding rate kontrak ini terakhir tercatat di 0,0100% per periode. Funding rate adalah biaya periodik yang dibayar antara trader posisi long dan short di kontrak perpetual. Kalau angkanya positif, posisi long yang membayar ke posisi short, menandakan permintaan beli dengan leverage sedikit lebih besar dari permintaan jual.
Open interest (OI), yaitu total nilai kontrak yang masih terbuka dan belum ditutup, tercatat $3,4 juta, naik 51,5% dalam 30 hari. Kenaikan OI yang dibarengi kenaikan harga biasanya menandakan ada dana segar yang masuk ke posisi baru, bukan cuma short yang ditutup paksa. Dari sisi rasio akun, 58% akun yang membuka posisi di Binance Futures untuk GMXUSDT berada di sisi long, menunjukkan sentimen trader sedikit condong bullish tapi tidak ekstrem.
Kompetitor
| Proyek | Fokus | Beda utama |
|---|---|---|
| dYdX | Perpetual DEX berbasis order book di appchain Cosmos | Mencocokkan order beli dan jual langsung, bukan pool likuiditas bersama seperti GMX |
| Hyperliquid | Perpetual DEX dengan order book on-chain berkecepatan tinggi di L1 sendiri | Infrastruktur matching engine sendiri, fokus murni kripto, beda dari model pool oracle-pricing GMX |
| Jupiter Perpetuals | Perpetual trading di jaringan Solana, bagian dari agregator Jupiter | Terintegrasi dengan ekosistem Solana DeFi yang lebih luas, sedangkan GMX multichain lewat Arbitrum, Avalanche, dan jaringan lain |
GMX membedakan diri lewat cakupan aset yang lebih luas dari sekadar kripto, mencakup emas, perak, energi, dan saham AS, menurut klaim di situs resminya, sesuatu yang belum jadi fokus utama kompetitor-kompetitor di atas.
Risiko GMX
- Likuiditas tergolong tipis. Volume harian $5,38 juta dan market cap $90,99 juta jauh lebih kecil dibanding token-token DeFi papan atas, jadi pergerakan harga bisa lebih liar dengan modal yang relatif kecil.
- Harga masih jauh dari ATH. GMX diperdagangkan sekitar 90,7% di bawah rekor tertinggi $91,07 pada April 2023, yang berarti trader yang masuk di harga puncak masih menanggung kerugian besar.
- Potensi penambahan suplai. Selisih antara suplai maksimum 13,25 juta dan suplai beredar 10,69 juta berarti ada sekitar 2,56 juta token tambahan yang berpotensi beredar, tanpa jadwal unlock yang terungkap di sumber yang kami cek.
- Risiko leverage tinggi. Baik di platform GMX sendiri maupun di kontrak Binance Futures GMXUSDT, leverage besar bisa mempercepat likuidasi kalau harga bergerak melawan posisi.
- Risiko smart contract dan multichain. Sebagai protokol DeFi yang berjalan di banyak jaringan (Arbitrum, Avalanche, dan menurut situs resminya juga Solana serta MegaETH), GMX bergantung pada keamanan smart contract di tiap jaringan tersebut, dan gangguan di salah satu chain bisa memengaruhi sebagian fungsi platform.
- Ketidakjelasan regulasi. Status hukum perdagangan derivatif terdesentralisasi dengan leverage tinggi seperti GMX masih berbeda-beda di tiap negara, termasuk Indonesia.
Cara beli dan trading GMX di Indonesia
Trader di Indonesia bisa mengakses GMX lewat kontrak Binance Futures dengan pair GMXUSDT, seperti data yang kami pakai dalam artikel ini. Perdagangan aset kripto di Indonesia diawasi oleh OJK, dan sebaiknya dilakukan lewat exchange atau pedagang aset kripto yang sudah terdaftar resmi, bukan platform tanpa izin.
Perlu diingat, trading futures dengan leverage, apalagi untuk token dengan likuiditas setipis GMX, membawa risiko likuidasi yang cepat kalau harga bergerak tajam. Funding rate yang berubah-ubah juga menambah biaya buat posisi yang ditahan lama. Artikel ini bukan ajakan beli atau jual, melainkan rangkuman data publik untuk membantu riset mandiri.
Apa artinya buat trader
Untuk trader yang memantau GMXUSDT di Binance Futures, level yang relevan dipantau adalah pergerakan sekitar harga $8,51-$8,54 sebagai acuan saat ini, bersama tren open interest yang naik 51,5% dalam 30 hari. Kenaikan OI diiringi rasio long 58% bisa jadi sinyal minat beli dengan leverage sedang bertambah, tapi funding rate yang masih relatif kecil di 0,0100% menunjukkan belum ada tekanan ekstrem di salah satu sisi. Volume harian yang tipis, $5,38 juta di CoinGecko dan $3,7 juta di Binance, berarti order besar berpotensi menggerakkan harga signifikan, jadi ukuran posisi dan manajemen risiko jadi lebih penting dibanding token dengan likuiditas lebih tebal.
FAQ
Apakah GMX legal di Indonesia?
Perdagangan aset kripto termasuk GMX diperbolehkan di Indonesia selama dilakukan lewat exchange yang diawasi OJK. Sebaiknya hindari platform yang tidak terdaftar resmi.
Berapa suplai maksimum token GMX?
Menurut CoinGecko, suplai maksimum GMX dipatok di 13,25 juta token, sementara suplai beredar saat ini 10,69 juta token.
Apa beda GMX dengan dYdX atau Hyperliquid?
GMX memakai model pool likuiditas bersama dengan harga dari oracle, sedangkan dYdX dan Hyperliquid memakai mekanisme order book yang mencocokkan order beli dan jual secara langsung. GMX juga menawarkan pasar komoditas dan saham AS, bukan cuma kripto.
Kenapa harga GMX jauh di bawah all-time high?
ATH GMX di $91,07 dicetak pada 18 April 2023. Harga saat ini di $8,51 berarti sudah turun sekitar 90,7% dari level tersebut, meski dalam 30 hari terakhir harganya sempat naik 6,1%.
Apa itu funding rate di kontrak GMXUSDT dan kenapa penting?
Funding rate adalah biaya periodik yang dibayar antara posisi long dan short di kontrak perpetual. Funding rate GMXUSDT yang positif di 0,0100% menandakan posisi long sedikit lebih mendominasi dan membayar ke posisi short.
Di mana GMX bisa ditradingkan?
Salah satu tempat trading yang tercatat dalam data ini adalah Binance Futures dengan pair GMXUSDT. Trader bisa mengecek exchange lain yang terdaftar resmi untuk opsi spot maupun futures.
Sumber
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.