Apa Itu DeepBook (DEEP)? Cara Kerja, Tokenomics, dan Risikonya
DeepBook adalah order book bersama native di jaringan Sui. Ini profil lengkap DEEP: cara kerja, tokenomics, data pasar, dan risikonya per 27 Oktober 2026.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dari sumber yang tercantum di bawah, lalu dicek otomatis. Bisa saja ada yang keliru atau datanya sudah berubah. Laporkan kesalahan
DeepBook adalah central limit order book (CLOB) native yang jadi infrastruktur dasar di blockchain Sui. Protokol ini sudah aktif di mainnet Sui sejak 12 Juli 2023, diinkubasi oleh Mysten Labs dan Sui Foundation, lalu dibangun ulang jadi DeepBook V3 pada 2024. Token native-nya, DEEP, dipakai di dalam protokol sekaligus diperdagangkan di bursa, termasuk lewat kontrak futures DEEPUSDT di Binance.
Ringkasan DEEP
Per 27 Oktober 2026:
| Fakta | Detail |
|---|---|
| Nama | DeepBook |
| Ticker | DEEP |
| Kategori | Decentralized Exchange (DEX), Infrastructure, DeFi, Derivatives, Sui Ecosystem, Governance |
| Jaringan | Sui |
| Tahun rilis/genesis | Mainnet live 12 Juli 2023 (tanggal genesis token belum diungkap) |
| Peringkat market cap | 517 |
| Harga | $0,01641 |
| Market cap | $41,04 juta |
| Suplai beredar | 2,50 miliar |
| Suplai maksimum | 10,00 miliar |
| Kontrak Binance Futures | DEEPUSDT |
Masalah yang mau diselesaikan
Di banyak blockchain, likuiditas trading sering terpecah-pecah. Setiap aplikasi DEX biasanya punya pool atau order book sendiri, jadi kedalaman pasar di satu aplikasi bisa jauh lebih tipis dibanding kalau likuiditas digabung. Akibatnya, trader yang mau masuk posisi besar sering kena slippage, selisih antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi sebenarnya.
DeepBook mencoba menjawab ini dengan jadi satu order book bersama di level dasar jaringan Sui. Menurut situs resminya, DeepBook bukan aplikasi dengan likuiditasnya sendiri, melainkan infrastruktur yang bisa dipakai bareng-bareng oleh protokol lain di Sui. Setiap aplikasi yang terintegrasi ke DeepBook ikut menambah kedalaman order book yang sama, bukan membuat order book baru yang terpisah.
Cara kerja DeepBook
DeepBook memakai model central limit order book, mirip cara kerja bursa saham konvensional. Order beli dan jual dari berbagai pengguna dicocokkan langsung di satu buku order, bukan lewat pool likuiditas otomatis seperti model automated market maker (AMM) yang umum dipakai DEX berbasis AMM.
Situs resmi DeepBook menyebut protokol ini mencakup tiga primitif utama:
- Spot: order book inti, dengan penyelesaian transaksi atomik dalam satu transaksi Sui.
- Margin: fitur trading dengan leverage yang menarik likuiditas dari pool bersama yang sama. Posisi dibuka, dieksekusi, dan ditutup dalam satu transaksi on-chain, tanpa sequencer off-chain.
- Predict: pasar prediksi berbasis binary option dengan strike price kontinu, saat ini masih berstatus testnet dan baru mendukung aset BTC.
Khusus Predict, DeepBook menjelaskan konsepnya berbeda dari pasar prediksi konvensional yang cuma punya menu taruhan ya-atau-tidak yang sudah ditentukan sebelumnya. Di Predict, pengguna bisa menentukan level harga berapa pun, arah posisi apa pun, termasuk range antara dua harga, untuk jangka waktu dari satu menit sampai dua minggu. Harga pasar dibuat dan dikuotasi secara real time, dan satu pool bersama mengambil sisi lain dari setiap transaksi sehingga kuotasi selalu tersedia, beda dari pasar prediksi biasa yang butuh ada pihak lawan transaksi.
Situs DeepBook juga menyebut protokol ini sudah dipakai lebih dari 15 aplikasi di ekosistem Sui, dan menyediakan akses API serta SDK sejak hari pertama, termasuk endpoint indexer tanpa perlu allowlist, ditujukan untuk desk trading, bot, maupun agen AI yang trading berdasarkan aturan sendiri.
Fungsi token DEEP
Sumber yang kami cek mengelompokkan DEEP ke kategori Governance di CoinGecko, yang mengindikasikan token ini punya peran dalam tata kelola protokol. Namun detail mekanismenya, seperti apakah pemegang DEEP bisa voting atas parameter protokol atau upgrade, tidak dijelaskan rinci di sumber yang kami miliki.
Di luar fungsi di dalam protokol, DEEP juga diperdagangkan sebagai aset di bursa, termasuk lewat pasar spot dan kontrak futures DEEPUSDT di Binance. Untuk detail lebih spesifik soal mekanisme fee trading di DeepBook yang dibayar atau dibagikan dalam DEEP, sumber yang kami cek belum menyebutkannya secara eksplisit.
Tokenomics DEEP
Data suplai yang tersedia dari CoinGecko per 27 Oktober 2026:
- Suplai beredar: 2,50 miliar DEEP
- Total suplai: 10,00 miliar DEEP
- Suplai maksimum: 10,00 miliar DEEP
Dengan suplai beredar sekitar 25% dari total suplai maksimum, ada gap cukup besar antara market cap saat ini ($41,04 juta) dan fully diluted valuation atau FDV ($164,17 juta). Gap ini biasanya jadi sinyal masih ada banyak token yang berpotensi masuk ke pasar di masa depan, meski sumber yang kami cek tidak merinci jadwal unlock, alokasi ke tim, investor, atau komunitas, maupun skema inflasi dan burn token DEEP. Karena detail itu tidak tersedia di sumber resmi yang kami cek, kami tidak bisa memastikan kapan dan berapa besar token tambahan akan dilepas ke pasar.
Tim, pendanaan, dan sejarah singkat
DeepBook diinkubasi oleh Mysten Labs, tim pengembang di balik blockchain Sui, bersama Sui Foundation. Protokol ini resmi live di mainnet Sui pada 12 Juli 2023, lalu dibangun ulang menjadi DeepBook V3 pada 2024 dengan penambahan fitur Margin dan Predict.
Repositori kode pengembangan terkait proyek ini bisa ditemukan di akun GitHub MystenLabs. Soal pendanaan formal, seperti putaran investasi, nama venture capital yang terlibat, atau nilai pendanaan, sumber yang kami cek tidak menyebutkan detail tersebut.
Data pasar dan on-chain
Berdasarkan data CoinGecko per 27 Oktober 2026:
- Harga: $0,01641
- Market cap: $41,04 juta, peringkat ke-517
- FDV: $164,17 juta
- Volume trading 24 jam: $5,19 juta
- Harga tertinggi sepanjang masa (ATH): $0,34109, dicapai pada 18 Januari 2025
- Perubahan harga 30 hari: -32,2%
- Perubahan harga 1 tahun: -81,1%
Dibanding ATH-nya, harga DEEP saat ini sudah turun sekitar 95%. Penurunan tajam dalam setahun terakhir menunjukkan token ini masih dalam tren turun yang dalam, konsisten dengan banyak token skala kecil lain di siklus pasar yang sama.
Data kontrak futures DEEPUSDT di Binance menambah gambaran soal sentimen trader jangka pendek:
- Harga futures: 0,01640, naik 2,31% dalam 24 jam
- Volume 24 jam: $0,8 juta
- Funding rate terakhir: 0,0050% per periode
- Open interest: $1,2 juta, turun 50,4% dalam 30 hari
- Porsi akun long: 65%
- Perubahan harga 30 hari: -25,7%, 90 hari: +1,7%
Buat yang belum familier, funding rate adalah biaya periodik yang dibayarkan antara trader posisi long dan short di kontrak futures perpetual, dipakai menjaga harga futures tetap dekat dengan harga spot. Funding rate 0,0050% yang positif dan kecil di sini menandakan tekanan antara long dan short relatif seimbang, tidak ada dominasi ekstrem salah satu sisi.
Open interest menunjukkan total nilai kontrak futures yang masih terbuka alias belum ditutup. Penurunan open interest sebesar 50,4% dalam 30 hari terakhir, dari posisi yang sudah kecil, mengindikasikan minat trading dengan leverage di DEEP justru menyusut, bukan membesar. Porsi akun long 65% berarti mayoritas trader yang pakai leverage di Binance Futures saat data ini diambil memegang posisi mengharapkan harga naik, meski ini cuma gambaran sentimen jangka pendek dan bisa berubah cepat.
Kompetitor
| Proyek | Fokus | Beda utama dengan DeepBook |
|---|---|---|
| Hyperliquid | DEX perpetual futures dengan order book on-chain | Berjalan di blockchain Layer 1 sendiri yang fokus ke perps, sementara DeepBook jadi infrastruktur order book bersama di dalam ekosistem Sui, mencakup spot, margin, dan prediction market |
| dYdX | DEX perpetual futures berbasis order book | Berjalan sebagai appchain Cosmos tersendiri, sedangkan DeepBook menyatu langsung sebagai layer dasar di Sui yang bisa dipakai banyak aplikasi lain |
| Cetus | DEX berbasis automated market maker (AMM) di Sui | Memakai model pool likuiditas otomatis, berbeda dari model central limit order book yang dipakai DeepBook |
Perbandingan di atas memakai pengetahuan umum soal fokus masing-masing proyek karena sumber data yang kami pakai tidak menyertakan angka market cap atau volume kompetitor secara langsung.
Risiko DEEP
Beberapa risiko konkret yang perlu diperhatikan soal DEEP:
- Gap suplai besar: baru sekitar 25% dari suplai maksimum yang beredar, dengan FDV ($164,17 juta) jauh lebih besar dari market cap ($41,04 juta). Ini artinya ada potensi tekanan jual tambahan kalau sisa suplai masuk ke pasar, meski sumber yang kami cek tidak merinci jadwal rilisnya.
- Volatilitas tinggi: harga sudah turun 81,1% dalam setahun dan sekitar 95% dari ATH-nya. Ini menunjukkan token berisiko tinggi dengan histori pergerakan harga yang tajam ke kedua arah.
- Likuiditas futures menipis: open interest di Binance Futures turun 50,4% dalam 30 hari ke $1,2 juta, dengan volume harian cuma $0,8 juta. Likuiditas tipis bisa bikin slippage lebih besar, terutama untuk order ukuran besar.
- Fitur masih berkembang: Predict masih di tahap testnet dan baru mendukung BTC, berarti fitur ini belum teruji penuh di kondisi produksi dan bisa berubah sebelum rilis resmi.
- Ketergantungan pada ekosistem Sui: karena DeepBook jadi infrastruktur dasar Sui, performa dan adopsinya sangat terkait dengan seberapa aktif ekosistem Sui secara keseluruhan, termasuk jumlah aplikasi yang terus mengintegrasikan order book ini.
- Pembatasan geografis: situs resmi DeepBook menyebut beberapa yurisdiksi dikecualikan dari akses platform trading-nya, termasuk Afghanistan, Belarus, China, Kuba, Iran, Korea Utara, Myanmar, Filipina, Singapura, Rusia, dan Suriah. Predict juga tidak tersedia untuk pengguna Amerika Serikat.
- Risiko leverage: fitur Margin di DeepBook dan trading futures DEEPUSDT di bursa sama-sama memakai leverage, yang memperbesar potensi untung sekaligus potensi rugi melebihi modal awal.
- Transparansi tokenomics terbatas: detail alokasi token ke tim, investor, komunitas, serta jadwal unlock belum dipublikasikan secara rinci di sumber-sumber yang kami cek.
Cara beli dan trading DEEP di Indonesia
DEEP tersedia untuk trading di Binance, termasuk lewat kontrak futures DEEPUSDT. Trading futures memakai leverage, jadi risiko kerugian bisa melebihi modal yang disetor, terutama di aset dengan likuiditas setipis DEEP seperti yang terlihat dari data open interest dan volume di atas.
Di Indonesia, perdagangan aset kripto diawasi oleh OJK (sebelumnya Bappebti), dan sebaiknya dilakukan lewat exchange atau pedagang aset kripto yang sudah terdaftar resmi. Sebelum memutuskan trading DEEP atau aset kripto skala kecil lainnya, pastikan platform yang dipakai punya izin resmi, dan pahami bahwa volatilitas harga serta likuiditas tipis bisa memperbesar risiko, terutama kalau memakai leverage di pasar futures.
FAQ
Apakah DEEP legal diperdagangkan di Indonesia?
Aset kripto termasuk DEEP bisa diperdagangkan di Indonesia lewat exchange yang terdaftar dan diawasi OJK (sebelumnya Bappebti). Pastikan platform yang dipakai punya izin resmi sebelum trading.
Berapa suplai maksimum token DEEP?
Suplai maksimum DEEP adalah 10 miliar token, sama dengan total suplainya. Per 27 Oktober 2026, baru sekitar 2,50 miliar token atau 25% yang beredar di pasar.
Apa beda DeepBook dengan DEX berbasis AMM seperti Cetus di Sui?
DeepBook memakai model central limit order book (CLOB) tempat order jual-beli dicocokkan langsung seperti di bursa saham, sementara AMM seperti Cetus mengandalkan pool likuiditas dan formula harga otomatis. DeepBook juga berfungsi sebagai infrastruktur bersama yang dipakai banyak aplikasi lain di Sui, bukan aplikasi dengan likuiditasnya sendiri.
Apakah DeepBook Predict sudah bisa dipakai?
Belum sepenuhnya. Berdasarkan situs resmi DeepBook, fitur Predict masih berstatus testnet dan baru mendukung aset BTC, serta belum tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat.
Kenapa harga DEEP turun jauh dari harga tertinggi sepanjang masa?
DEEP sempat mencapai $0,34109 pada 18 Januari 2025, sementara harga per 27 Oktober 2026 ada di $0,01641, turun sekitar 95% dari puncaknya. Penurunan ini sejalan dengan tren token skala kecil yang lebih sensitif terhadap sentimen pasar dan likuiditas tipis.
Di mana DEEP bisa ditradingkan dengan leverage?
DEEP punya kontrak futures di Binance dengan pair DEEPUSDT. Trading futures memakai leverage, jadi risiko kerugian bisa lebih besar dari modal awal.
Sumber
Artikel ini buat edukasi, bukan saran keuangan atau ajakan beli maupun jual aset apa pun. Trading futures berisiko tinggi. Baca juga Syarat & Ketentuan.